Bukti Bahwa Lagu-lagu Dewa 19 itu Timeless !

Oleh Nia Nayajomis

Saya pernah membaca sebuah tulisan di Facebook tentang Maia Estianty yang katanya dulu sebelum bercerai melarang Ahmad Dhani untuk berkarir di ranah politik. Karena menurut Maia, dia itu tidak cocok di sana, dan lebih cocok berkarir di bidang musik. Dari situ, Maia yang juga eksis di dunia musik bahkan bisa setenar Ahmad Dhani bisa dibilang berevolusi menjadi perempuan karir yang sukses, bisa dibilang kemandirian dan kecerdasan Maia Estianty dalam menentukan jejak hidupnya itu menjadikannya dinilai sebagai perempuan yang bengal bagi Ahmad Dhani sehingga Maia diduakan hingga akhirnya bercerai. Terlepas tulisan itu terkaan semata atau memang nyata adanya, pernyataan bahwa Ahmad Dhani lebih cocok berkarir di dunia musik memang benar pada kenyataannya. Karena mencoba berkarir di dunia politik, Ahmad Dhani mengalami banyak kesulitan dan hambatan bahkan pernah mendekam di penjara karena emosinya yang tidak terkendali di dunia maya hingga melontarkan ujaran kebencian.

Dan sekarang, Ahmad Dhani mencoba mengemas lagi lagu-lagu lawasnya dengan menggandeng penyanyi-penyanyi muda untuk mengcover lagunya justru menuai kesuksesan yang sangat besar. Beberapa waktu lalu ada Yura Yunita yang ditunjuk Ahmad Dhani untuk menyanyikan ulang lagunya Risalah Hati dan Kangen versi orkestra lantas mempublish ya di kanal YouTube, hasilnya tentu saja viral dan mendapatkan banyak apresiasi yang sangat bagus dari penonton YouTube maupun penikmat musik pada umumnya. Terlepas dari sosok penyanyinya yang memang bersuara emas, ini membuktikan bahwa lagu-lagu Ahmad Dhani yang awalnya dinyanyikan oleh grub band besutannya Dewa 19 memang lagu yang timeless. Sekalipun dirilis dan diputar sejak bertahun-tahun lalu, lagu-lagu Ahmad Dhani memang selalu punya daya tarik untuk diperdengarkan dimanapun dan oleh siapapun baik pendengar baru seperti generasi muda sampai penggemar fanatiknya sekalipun telah dicover dengan penyanyi yang baru dan berbeda.

Terbaru ada lagu Roman Picisan yang dicover dengan alunan orkestra oleh Hanin Dhiya. Gadis 20 tahun ini sukses membawakan Roman Picisan dengan gayanya sendiri. Bahkan viral di berbagai platform media sosial penyedia layanan video musik. Dan rata-rata yang menggunakan sound Roman Picisan versi Hanin Dhiya ini adalah kalangan remaja belasan tahun. Padahal lagunya sendiri sebenarnya bisa dibilang lebih tua dari usia mereka. Namun, keterampilan mencipta lagu yang bagus dan mampu menjadi lirik yang timeless yang dimiliki Ahmad Dhani tampaknya yang menjadi roh lagu-lagu Dewa 19 seperti Roman Picisan, Risalah Hati, dan Kangen bisa dinikmati dalam segala masa dan usia.

Sebenarnya, cover lagu-lagu ciptaan Ahmad Dhani bukan baru-baru ini saja dilakukan. Di era 2010an kala artis-artis Republik Cinta Management besutan Ahmad Dhani juga sedang berjaya di blantika musik Indonesia, lagu-lagu Dewa 19 yang rilis di tahun 2000an juga banyak mereka cover. Seperti lagu Kangen dan Risalah Hati yang dicover oleh Mahadewi bahkan dibuat dengan genre Ska booming di tahun-tahun itu. Jika diflashback, lagu-lagu Dewa 19 ciptaan Ahmad Dhani ini telah hits dalam 2 dekade terakhir sejak dirilis, dengan versi penyanyinya yang berbeda, dan aransemen yang berbeda. Semuanya, mampu hits di kalangan pecinta musik yang artinya ini adalah bukti bahwa lagu-lagu Dewa 19 ciptaan Ahmad Dhani Timeless, alias abadi.

Kita tunggu saja apa kreasi terbaru dari Ahmad Dhani. Seperti kata Ari Lasso dalam sebuah podcastnya di kanal YouTube Deddy Corbuzier bahwasaanya Ahmad Dhani adalah sosok revolusioner dan bertangan dingin dalam dunia musik. Kemahirannya dalam menciptakan karya musik akan selalu bagus dan terus bisa mengikuti tren yang berkembang ke depannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: