Artis

Oleh Nia Nayajomis

BAGIAN 3

Setelah selesai makan malam, Wuri langsung  diantar  pulang oleh Nando. Begitu sampai di rumah, Ita sudah menunggunya di ruang tv dengan ekspresi cemberut,

“kenapa wajah kamu cemberut begitu Ta ?” tanya Wuri sambil melepas high heel’s hitam yang senada dengan warna baju yang dia pakai

“kali ini Nando minta apa lagi sama kamu ?” balas Ita

“kamu ini apa-apaan sih Ta ? Kenapa sih kamu negative thinking terus sama Nando ? Kalau dia minta sesuatu sama aku, ya wajarlah akukan pacarnya!”

“iya, tapi kamu berlebihan tau nggak ?”

“berlebihan apa sih Ta ? Aku itu cuma bantu dia ngembangin usahanya, toh hasilnya untuk masa depan aku dan Nando!”

“terus kalau kamu ditipu gimana ? Wuri, sadarlah kamu itu selama ini cuma dimanfaatin sama Nando!”

“memangnya kamu punya bukti kalau Nando itu cuma manfaatin aku aja ?”

Ita terdiam,

“nggak kan ? Jadi udahlah Ta, stop berprasangka buruk sama Nando!”

“gimana aku nggak berprasangka buruk sama Nando ? Dia itu minjem uang kamu terus Wuri, jumlahnya nggak sedikit, dan itu nggak pernah dibalikin sama dia!”

“Ita, aku sama Nando itu akan hidup bersama! Jadi uang aku itu, uang Nando juga, kita saling berbagi, kamu nggak usah ikut campur deh !”

“tapi Wuri . . . ”

“udah ah Ta, aku nggak ngerti sama jalan fikiran kamu! Aku capek berdebat terus sama kamu!” kata Wuri sambil berjalan ke arah kamarnya meninggalkan Ita di ruang tv

“Wuri!” teriak Ita mencoba menghentikan langkah Wuri namun Wuri tidak memperdulikannya.

***

Iklan

Artis

Oleh Nia Nayajomis

BAGIAN 2

Suatu hari, Nando mengajak Wuri makan malam di sebuah hotel berbintang di Jakarta. Saat tengah menikmati menu makan malamnya, Nando mengutarakan alasannya mengajak Wuri makan malam hari itu,

“. . . gini lho sayang, rencananya aku mau buka cabang agen perjalanan aku itu di Balikpapan. Nah untuk mewujudkan rencana itu, aku butuh uang. Karena uang aku lagi dipakek buat buka cabang di Medan, jadi aku boleh nggak pinjem uang kamu dulu ?” kata Nando

“kalau uangnya masih dipakek buat buka cabang di Medan, kenapa buru-buru buka cabang di Balikpapan sih sayang ? Kenapa nggak nunggu cabang yang di Medan mapan dulu ?” balas Wuri

“bukannya buru-buru sayang, cuma kalo bisa buka dua cabang sekaligus kenapa nggak ? Yah itung-itung buat investasi masa depan kita lah sayang !” tambah Nando merayu

Wuri terdiam sejenak,

“sayang, kita itu akan menjalani kehidupan bersama! Kita harus investasi untuk menjamin masa depan kita! Yah, itupun kalau kamu mau hidup sama aku dan kamu mau minjemin aku uang, kalau nggak mau nggak papa kok” kata Nando lagi mencoba membujuk Wuri

“bukan begitu maksudku sayang, kamu jangan marah dong, baiklah . . . ” ujar Wuri seraya membuka clutch berwarna kuning keemasannya lalu mengeluarkan selembar kartu berwarna silver

“pakai ini saja, kau bisa menggunakannya seperlumu!” kata Wuri sambil menyodorkan kartu tersebut

“terimakasih sayang, aku janji, aku akan segera mengembalikannya dan kau akan menikmati hasilnya!” kata Nando kemudian beranjak berdiri seraya mencium kening Wuri. 

***

Artis

Oleh Nia Nayajomis

BAGIAN 1

Wuryani adalah artis penuh sensasi tanpa prestasi. Dimana, popularitasnya di jagat hiburan tidak diperoleh dari prestasinya dalam berkarir sebagai artis, melainkan dari tindakan atau pernyataannya di media massa yang mengundang kontroversi.

Bahkan dari sensasi-sensasi yang dia buat, tak jarang membuatnya harus berurusan dengan hukum.

***

Wuryani atau lebih akrab disapa Wuri memiliki seorang kekasih bernama Nando. Dia mengaku sebagai seorang pengusaha agen perjalanan pada Wuri. Namun, dia sering meminjam uang dengan jumlah yang tidak sedikit pada Wuri. Alasannya untuk mengembangkan usahanya itu.
Dan dia tidak pernah mengembalikan uang yang dia pinjam dari Wuri itu meskipun pada saat meminjam dia berjanji akan mengembalikannya.

Sementara itu, Wuri tidak pernah menaruh curiga pada kekasihnya itu, dia malah memberikan uang dengan jumlah tak sedikit itu secara cuma-cuma pada Nando.

Hal ini membuat Ita, sang asisten yang telah mendampinginya sejak pertama memasuki dunia hiburan, marah. Bahkan tak jarang keduanya bertengkar karena masalah tersebut. Ita juga tak kurang untuk menasihati Wuri agar berhati-hati jika meminjamkan uang pada Nando.

Ita bertindak demikian bukan tanpa alasan. Dia hanya takut Wuri ditipu oleh Nando. Tapi Wuri tidak pernah mengindahkan kepedulian rekan kerja sekaligus sahabatnya itu.

***

Koleksi Sketsa Dress Top

Oleh Nia Nayajomis 

Setelah beberapa lama tak menuangkan ide membuat sketsa busana beberapa waktu terakhir ini, hari ini saya akan membagi 2 inspirasi busana atasan kepada pembaca sekalian.

Berikut 2 sketsa dress top karya terbaru saya :

  1. Floral Transparant JacketJaket transparan berhias motif bunga ini saya tambahkan aksen hitam pada krah dan lengannya.
  2. Sabrina SweaterSweter berleher turtle dengan warna merah hati ini saya beri hiasan rumbai dari bahan brokat.

Sekian inspirasi busana yang saya bagi di bulan ramadhan ini. Terimakasih sudah mengunjungi blog saya 😊

Perputaran Tren Fashion

Oleh Nia Nayajomis 

Sebenarnya tren fashion hanyalah sebuah perputaran waktu. Dimana sesuatu yang sudah menjadi tren di masa lalu, sekarang dihadirkan kembali dengan kemasan yang lebih inovatif.

Fenomena ini terjadi mungkin karena seorang kreator mode sudah kehabisan ide untuk membuat sesuatu yang baru. Alhasil, konsep reuse pun menjadi alternatif.

Seperti halnya celana kulot yang sudah pernah muncul dan tren pada masa lalu, kini hadir kembali dengan padanan dan inovasi yang baru sehingga menjadikan pemakainya terlihat lebih modis.

Misalnya pada dua sketsa saya berikut ini, saya memadukan celana kulot yang sudah saya tambahkan sedikit hiasan pada bagian bawahnya dengan mahendi t-shirt yang juga hasil kreatif saya.

* Sketsa celana kulot yang pertama, saya beri hiasan fringe berwarna merah dan kuning seperti fringe pada kostum dan aksesoris pemain kesenian reog Ponorogo. Namun ukurannya tidak sebesar seperti pada gambar.

Untuk bahan dan warna yang digunakan adalah kain jeans berwarna biru.

** Sketsa kedua masih memakai bahan jeans, namun menggunakan warna biru langit dengan hiasan renda air berwarna putih.

Yup, fashion tak mengenal batasan waktu karena baik kreator atau konsumennya dituntut untuk selalu menampilkan sesuatu yang baru dan modis setiap waktu.

Kemunculan kembali fashion item yang sudah pernah tren di masa lalu pun dijadikan alternatif ketika inspirasi sang Kreator mode tengah hiatus. Ini dilakukan semata-mata agar roda fashion tetap berjalan. Namun, kreator mode tetap dituntut untuk membuat sesuatu yang baru, sedangakan alternatif konsep reuse ini cukup sebagai batu loncatan yang sifatnya tidak permanen.

Sekian ulasan yang saya posting kali ini. Semoga semakin menginspirasi kita semua terutama pekerja fashion agar lebih kreatif lagi.

Selamat menunaikan ibadah puasa 🙏

Sepak Terjang Wirausahawan Muda Dampit

Oleh Nia Nayajomis

Dampit, terkenal sebagai kota kecil dengan potensi ekonomi yang bagus. Menyadari hal tersebut, anak muda Dampit pun tidak menyia-nyiakannya. Mereka lantas memanfaatkan peluang itu dengan berwirausaha sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing.

Sejauh ini, wirausahawan muda masih mendominasi sektor UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) dengan jenis usaha dibidang kuliner. Meskipun skalanya masih belum besar, tapi profit yang dihasilkan sudah cukup menjanjikan.

Tidak hanya itu, para wirausahawan muda itu juga gencar memafaatkan kecanggihan teknologi saat ini. Dimana, mereka mempromosikan dan memasarkan usahanya secara online. Sehingga jangkauan pelanggannya pun menjadi lebih luas.

Bermunculannya wirausahawan muda yang sukses dengan bidang usahanya masing-masing ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi kota Dampit. Dimana peran mereka ini semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi dampit yang sudah dikenal bagus selama ini.

Selain tanggap dengan peluang usaha yang ada, kaum muda Dampit juga kreatif. Tiga bulan yang lalu telah diadakan sebuah acara bertema hiburan bernama Pasar Minggu, acara yang mirip dengan bazar ini rutin diadakan setiap hari Minggu mulai pukul 5 hingga 10 pagi. Pemberian nama “pasar” ini awalnya sedikit terdengar tabuh, mengingat selama ini Pasar Dampit sudah cukup terkenal sebagai pasar tradisional.

Namun, setelah acara berjalan beberapa lama, Pasar Minggu justru memiliki perspektif yang lebih dalam dibanding sekedar acara hiburan. Yang mana acara ini sebagai forum bagi UMKM kota Dampit baik yang sudah berjalan maupun yang baru merintis untuk mempromosikan diri.

Yang spesial lagi dari acara yang satu ini, terdapat stan bernama kampung kopi yang menjual aneka minuman kopi olahan dari berbagai kedai kopi yang ada di Dampit. Stan ini dibuat khusus untuk mempromosikan kopi Dampit yang menjadi komoditas ekspor andalan dari kota kecil ini.

Memasuki bulan ramadan, Pasar Minggu berubah menjadi Dampit Ngabuburit yang hadir pada sore hari antara pukul 3 hingga 6 sore mulai hari ke 2 puasa sampai hari ke 20. Meskipun secara keseluruhan konsep acaranya sama dengan Pasar Minggu tapi pada bulan ramadan ini acara yang diselenggarakan oleh pemuda-pemuda Dampit yang menamakan diri Crew DKI (Dampit Kota Istimewa) lebih memfokuskan diri pada konsep pasar takjil.

Tidak hanya turut andil di even-even seperti di atas, wirausahawan muda asal dampit ini juga mengikutsertakan usahanya sebagai sponsor dalam beberapa kegiatan. Misalnya dalam ajang sepakbola kelas tarkam (antar kampung) di dampit, beberapa wirausahawan muda turut mensponsori sebuah klub sepak bola yang akan ikut bertanding. Seperti klub profesional, kostum para pemainnya pun bertabur gambar atau logo sponsor.

Yah, kegiatan para wirasahawan muda muda Dampit tidak monoton mencari profit saja. Mereka juga turut serta dalam berbagai kegiatan yang manfaatnya bisa dirasakan oleh orang-orang di sekitar mereka. Secara tidak langsung pula, kegiatan yang banyak digagas wirausahawan muda ini juga mendongkrak eksistensi usaha mereka.

Jadi pembaca sekalian, bersamaan dengan moment hari lahirnya Pancasila mari kita teladani spirit berwirausaha yang disebarkan oleh para wirausahawan muda dampit dan butir ke 9, 10, dan 11 sila ke-lima “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” yaitu :

9.Suka bekerja keras

10. Suka Menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama

11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial

Saya Indonesia, Saya Pancasila 🙌

Es Teler 88, Es Teler Gula Merah

Oleh Nia Nayajomis 

Bulan puasa telah tiba. Bulan penuh rahmat ini identik dengan sajian makanan ringan yang disebut sebagai takjil, dimana menu ini biasanya disantap sebagai hidangan pembuka saat berbuka puasa.

Menu takjil ini biasanya kita buat sendiri di rumah atau jika ingin lebih praktis kita membelinya di penjual takjil yang menjualnya dengan berbagai variasi. Mulai dari jenis kue hingga minuman seperti kolak dan es.

Di Dampit ada satu menu takjil berupa es yang saya rekomendasikan untuk pembaca, yang bisa dinikmati ketika berbuka puasa. Yaitu Es Teler 88 yang buka di tepi Jalan Sumber Kembar. Tepatnya di depan kantor Bank Perkreditan Rakyat Dampit.

Jika umumnya es teler disajikan dengan isi berupa potongan alpukat, nangka, serutan kelapa muda, dan aneka buah lainnya, serta cincau, kemudian disiram dengan santan, sirup rasa pandan atau kelapa, dan susu.

Tapi es teler yang satu ini sangat berbeda dari yang pernah saya temui sebelumnya. Baik dari segi warna, isi, dan rasanya. Isi dari Es Teler 88 ini kurang lebih sama dengan es teler pada umumnya. Tapi sedikit yang membedakan adalah adanya taburan kue gula kacang yang dihancurkan dan siraman gula merahnya yang kental. Sehingga membuat warna dari es teler ini berwarna coklat, berbeda dengan es teler yang kita ketahui selama ini yang memiliki warna putih. Soal rasa sudah barang mesti, didominasi oleh rasa manis alami dari gula merah yang gurih.Es Teler 88 ini dibanderol dengan harga Rp. 5.000,- saja. Buka setiap hari mulai pukul 9 pagi hingga 4 sore. Khusus bulan puasa, Es Teler 88 ini buka mulai jam 3 sore. Jadi, pembaca sekalian jangan lupa mencoba Es Teler 88 yah ?

Selamat menunaikan ibadah puasa ☺