Ratna Manggali

Oleh Nia Nayajomis

BAGIAN 8

Menjelang tengah malam, terdengar suara ayam berkokok. Menurut mitos, kokok ayam itu adalah tanda jika anak-anak tengah tertidur dalam posisi yang sangat pulas.
Mendengar kokok ayam itu Bi’ Darmi lantas terbangun dan langsung ingin buang air kecil. Dia pun menyegerakan diri pergi ke kamar mandi yang terletak di belakang rumah.
Area belakang rumah itu diterangi cahaya api dari obor yang di taruh berjajar di tepi halamannya yang cukup luas.
Setelah melakukan hajatnya dari kamar mandi, Bi Darmi berjalan meninggalkan kamar mandi. Ketika keluar dari kamar mandi dia melihat siluet seorang perempuan yang mengenakan caping berjalan masuk ke dalam rumah.
Seketika itu pula Bi’ Darmi terkejut sekaligus takut melihat penampakan tadi. Sembari meredam perasaannya yang bercampur aduk itu, Bi Darmi mencoba menerka-nerka sosok dari siluet perempuan tadi. Dia menduga mungkin sosok tadi adalah Ratna Manggali. Tapi kenapa tuannya itu mengenakan caping malam-malam begini. Mungkinkah Ratna Manggali habis dari bepergian ? Aneh sekali memang nyonya muda yang satu ini. Penuh misteri yang membuat penasaran. Tapi maklum saja, dia adalah putri mendiang seorang dukun sekelas, Calon Arang.
Bi’ Darmi yang masih dicekam perasaan takut itupun cepat-cepat masuk ke dalam rumah untuk mengecek siapa sosok dari siluet perempuan yang berjalan masuk ke dalam rumah tadi.
Bi Darmi berjalan mengendap-endap di dalam rumah itu. Ia menuju ruangan depan. Ia periksa dengan seksama di setiap sudut ruangan rumah itu. Meskipun sebenarnya ragu, dia memaksakan dirinya untuk membuka pintu kamar Ratna Manggali. Bukan bermaksud lancang, dia hanya ingin memastikan keberadaan perempuan muda yang dirundung duka sepanjang harinya itu.
Ketika akan membuka pintu kamar Ratna Manggali, Bi’ Darmi dikejutkan tepukan tangan di bahu kanannya.
“Ampun … ! Ampun ….!” Ucap Bi Darmi yang terkejut
“Ini saya Bi’ ” balas seorang laki-laki yang tidak lain adalah Bahula
“Saya kira siapa Tuan, sungguh saya sangat terkejut !”
“Apa yang Bibi’ lakukan ?”
“Saya hanya ingin memeriksa keberadaan Nyonya, Tuan. Tadi waktu dari kamar mandi saya melihat bayangan seorang perempuan mengenakan caping masuk ke dalam rumah. saya kira Nyonya, kalau bayangan yang saya lihat tadi memang Nyonya saya lega Tuan, tapi kalau hantu … aduhhh ngeri !”
“Perempuan mengenakan caping ? Masuk ke dalam rumah ini ?”
“Iya Tuan, saya melihatnya tadi ! sungguh !”
Bahula diam memikirkan sosok yang dibicarakan pembantunya itu
“Oiya, Tuan ini dari mana malam-malam begini ?” Tanya Bi’ Darmi
“saya dari mengikuti ronda keliling kampung tadi Bi’, baiklah mari kita tengok bersama-sama Ratna Manggali !” Ajak Bahula
Duk !
Pintu berbahan kayu itu terbuka begitu Bahula mendorongnya.
Dari ambang pintu, Bahula dan Bi’ Darmi menyaksikan Ratna Manggali tengah tertidur pulas di ranjangnya.
Setelah itu, Bahula kembali menutup pintu kamar tadi.
“Lalu siapa ya Tuan bayangan perempuan bercaping yang berjalan masuk ke dalam rumah ini tadi ? Apa itu hantu ? Hi . . . Ngerih !” Ujar Bi’ Darmi sambil bergidik
“Saya juga tidak tau pasti Bi’ tapi . . .”
“Tong . . . Tong . . . Tong . . .”
Suara kentongan dari balai desa yang tiba-tiba itu langsung memotong pembicaraan Bahula dan Bi’ Darmi
“Sepertinya telah terjadi penculikan bayi lagi, Bi’ jaga rumah baik-baik saya akan pergi ke balai desa !” Ujar Bahula
“Baik Tuan !”
Setelah itu, Bahula pun bergegas keluar dari rumahnya.
***
Sementara itu, di balai desa Girah sudah ramai oleh krumunan warga desa yang hendak menangkap pencuri bayi tadi. Kali ini, Bahula akan turut dalam kegiatan ini.
Mula-mula beberapa warga desa mendatangi rumah bayi yang dicuri itu. Untuk memeriksa jejak sang Pencuri bayi. Kemudian jika sudah ditemukan jejak sang Pencuri bayi pergi, barulah semua warga tadi beramai-ramai mencari sasaran.
Tapi dari sekian kasus pencurian bayi seperti malam ini, usaha warga desa Girah itu tidak ada yang membuahkan hasil. Tak ada yang dapat menemukan sang Pencuri dan bayi yang dicuri bahkan jejaknya sekalipun tidak.
Bahula turut memeriksa jejak sang Pencuri bayi itu di rumah korbannya tadi. Bahula susuri seisi dan sekeliling rumah korban pencurian bayi itu.
Setelah beberapa lama, Bahula menemukan sebuah petunjuk yaitu beberapa helai daun tebu yang mengering. Dimana daun itu tergeletak di belakang rumah korban. Janggalnya di sekitar rumah korban tidak ada kebun tebu. Jadi mana mungkin ada daun tebu di tempat itu jika tidak terbawa oleh seseorang yang kebetulan datang ke sana. Berarti kemungkinan besar daun tebu itu tak sengaja terbawa oleh sang Pencuri bayi saat datang tadi.
Akhirnya malam itu juga, Pencarian langsung di arahkan ke perkebunan tebu yang berada di barat daya desa.
Tapi, lagi-lagi pencarian menemukan jalan buntu. Karena di area perkebunan tebu itu, tak ditemukan lagi petunjuk. Sementara warga mulai putus asa dan meninggalkan lokasi pencarian, Bahula tidak demikian. Ia berketetapan hati pasti ada petunjuk di tempat sunyi yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan masyarakat itu.
Keesokan harinya, Bahula mengajak Mpu Barada untuk mencari petunjuk tentang keberadaan si Pencuri bayi ulung itu di perkebunan tebu yang ia datangi bersama warga semalam.
Mpu Barada membaca mantra-mantra yang dapat membuka mata batin untuk melihat apa yang tidak bisa ia dan Bahula lihat di tempat itu.
“Bahula, kemarilah !” Pintah Mpu Barada setelah beberapa lama memejamkan mata sambil menyatukan kedua telapak tangannya dan melafalkan mantra-mantra yang entah apa isinya.
Setelah Bahula mendekat, Mpu Barada mengusap wajah Bahula dengan telapak tangannya. Begitu tangan Mpu Barada selesai mengusap wajah Bahula, Bahula langsung mencium bau busuk di tempat itu.
“Dari mana datangnya bau busuk ini Mpu ? Kenapa tiba-tiba muncul bau seperti ini padahal dari tadi kita berada disini aku tidak mencium bau apapun ?” Tanya Bahula
“Di sanalah asal baunya !” Balas Mpu Barada sambil menunjuk ke arah sebuah pohon kemenyan yang tumbuh di tengah hamparan tebu yang berdiri memagar di sekitarnya itu.
Bahula yang berdiri membelakangi pohon kemenyan itu segera membalikkan badannya. Bahula melihat ujung sebuah pohon yang rimbun diantara tebu-tebu yang berdiri menjulang dibawahnya itu. Pohon itu kira-kira berada 50 meter dari tempat Bahula dan Mpu Barada berdiri
“Ayo kita kesana !” Ajak Mpu Barada pada Bahula
Mpu Barada berjalan menuju pohon kemenyan itu menerobos sesaknya perkebunan tebu, diikuti oleh Bahula di belakangnya.
Sampai di sana tampak mayat bayi yang sudah tak karuan bentuknya karena sudah membusuk tergeletak di bawah pohon itu.
“Pohon inilah yang menyerap bau busuk mayat bayi-bayi ini Bahula, sehingga warga desa tidak dapat mengetahui keberadaannya meski mereka berada di tempat ini !”
“Lalu, sekarang dimana kita bisa menemukan si Pencuri bayi-bayi ini Mpu ?”
“Itu yang masih menjadi tugas besar kita. Sepertinya kita perlu memancingnya. Dimana ada bayi laki-laki yang baru lahir di desa ini ? Kita bisa memancingnya dengan itu !” Balas Mpu Barada
“Kalau tidak salah di depan rumah saya Mpu, ada seorang ibu yang baru melahirkan bayi laki-laki tadi pagi. Kita bisa melakukan misi ini malam ini juga !” Tukas Bahula penuh semangat
“Baiklah kalau begitu, ayo kita segera kembali ke desa dan mematangkan rencana ini !” Ajak Mpu Barada
“Ayo !”
Bahula dan Mpu Barada pun bergerak meninggalkan pohon kemenyan itu.
Saat berjalan menerobos batang-batang tebu yang kokoh itu tak sengaja Bahula menemukan robekan jarik yang tersangkut di batang tebu. Bahula menghentikan langkahnya sebentar untuk mengambil robekan jarik tersebut.
Dari motifnya, Bahula seperti mengenal robekan jarik yang lusuh terkena debu dan darah itu.
“Mungkinkah memang dia ?” Gumam Bahula dalam hatinya.
***
Bersambung
Iklan

Tips Diet ala Nia Nayajomis

Oleh Nia Nayajomis

3 tahun lalu saat saya masih bekerja dan belum menikah, berat badan saya pernah berada di bawah normal, yaitu 43 kg. Padahal sebelumnya, saat belum bekerja berat badan saya 52 kg.

Teman, saudara, dan keluarga bahkan saya sendiri sempat tidak percaya mendapati berat badan saya bisa turun drastis seperti itu. Jika ada yang bertanya apakah saya diet ? Jawabannya tidak. Memang tidak.

Foto-foto di atas adalah foto saya saat masih dengan berat badan 52 kg.

Dan foto berikutnya adalah foto saat berat badan saya telah turun menjadi 43 kg.

Mendapati kondisi yang bagi kebanyakan wanita ini adalah anugerah, saya pun mencoba mencari tahu apa yang membuat berat badan saya bisa turun hingga 9 kg selama 16 bulan ini.

Dulu, saat saya bekerja di home industry gorden, pekerjaan saya adalah sebagai tukang potong. Selain memotong kain, pekerjaan saya juga mengangkat jemuran gorden yang sudah di plisket (diberi obat agar lipatannya utuh dan disetrika). Yang mana gorden-gorden yang sudah diplisket tadi dijemur di atas loteng. Otomatis setiap hari saya naik-turun tangga loteng di tempat kerja saya tersebut.

Di tempat saya bekerja tadi, selain mendapat upah berupa uang yang dibayarkan setiap bulannya, saya juga mendapat jatah makan siang setiap harinya. Kemudian, setiap pagi saya juga rutin sarapan di rumah. Terakhir makan setiap harinya adalah sepulang kerja di rumah pada sore hari. Jadilah, selama bekerja pola makan saya teratur yaitu tiga kali sehari dengan porsi yang pas.

Selain aktivitas di tempat kerja yang cukup berat dan padat, serta pola makan yang teratur, selama bekerja saya juga sangat jarang bahkan tidak pernah ngemil atau mengonsumsi junk food baik di tempat kerja maupun di rumah.

Alhmdulillah, meskipun berat badan saya turun drastis kondisi kesehatan saya baik-baik saja. Saya tidak pernah jatuh sakit ataupun mengeluhkan apapun pada tubuh saya. Dari situlah, saya menyimpulkan bahwa berat badan saya bisa turun karena pola makan yang teratur, aktivitas yang padat, dan tidak mengkonsumsi junk food. Bagi pembaca sekalian yang hobi berolahraga bisa juga menambahkan aktivitas olahraga secara teratur yang bisa menyehatkan badan sekaligus mempercepat proses penurunan berat badan.

Nah mungkin, pengalaman saya di atas bisa dijadikan tips bagi pembaca sekalian yang ingin menurunkan berat badan alias diet. Cukup mudah dan praktis, bagi saya. Karena pengaplikasiannya satu rule dengan aktivitas kita sehari-hari. Dengan tambahan, sikap disiplin yang kita tekankan pada diri kita sendiri.

Bagaimana ? Tertarik untuk mencoba ? Silahkan !😊

Ratna Manggali

Oleh Nia Nayajomis

BAGIAN 7

Setelah satu minggu cuti, Bahula kembali dengan rutinitas pekerjaannya sebagai patih kerajaan Daha. Hari pertama kembali ke Ibukota Bahula tidak langsung mengerjakan pekerjaannya. Setelah menghadap Prabu Airlangga, Bahula langsung ke tempat Mpu Barada.
Bahula menunggangi kudanya menuju sebuah rumah di dekat tempat ibadah di ibu kota. Begitu sampai, Bahula mengikat kudanya di pohon mangga di halaman rumah itu. Kemudian ia menghampiri rumah itu.
“Tok . . . Tok . . . Tok . . .” Bahula mengetuk pintu rumah berkonstruksi kayu itu.
Beberapa kali Bahula mengetuk pintu rumah itu. Namun belum ada yang menyahut dari empunya rumah.
Lantas Bahula pergi ke tempat ibadah yang terletak beberapa meter dari rumah tadi.
Ketika sampai disana dia bertemu seorang laki-laki berpakaian khas tokoh agama sedang berjalan keluar hendak meninggalkan tempat ibadah itu.
“Mpu Barada !” Sapa Bahula
Laki-laki berpakaian serba putih itupun langsung menghampiri Bahula yang berada beberapa meter dihadapanya.
“Bahula, apa kabar ? Sudah lama kita tidak bertemu” ujar laki-laki bernama Mpu Barada itu begitu sampai dihadapan Bahula
“Baik Mpu, bagaimana dengan Mpu sendiri ? Aku tadi mencari Mpu Barada di rumah, ternyata anda disini !”
“Akupun baik, ada apa kau datang mencariku Bahula ?”
“Ada yang ingin kubicarakan denganmu, bisakah kita bicara di rumah Mpu saja ?”
“Oh, mari kita bicara di rumah !”
Kedua laki-laki itupun lalu berjalan beriringan menuju rumah yang dikunjungi Bahula tadi.
Sampai di sana, Bahula dipersilahkan duduk di sebuah pondok panggung di halaman belakang rumah Mpu Barada.
Keduanya duduk bersila saling berhadapan.
“Begini Mpu Barada, anda sudah tau kan jika istri saya, Ratna Manggali menjadi pemurung dan tidak acuh pada saya sejak ibundannya tewas ketika bertempur melawan saya tahun lalu. Mungkin saja dia mengganggap sayalah yang menewaskan ibunya. 2 bulan lalu saya pergi bertugas ke pulau Bali, setelah saya kembali ke Daha, saya terus diteror mimpi dibunuh oleh seorang wanita tidak dikenal
dengan aura gelap. Kemudian pembantu rumah tangga saya mengatakan jika Ratna Manggali semakin aneh sejak saya tinggal pergi ke Pulau Bali beberapa waktu lalu. Tepatnya sejak dia sering mandi ke sungai.
Dan sekarang beredar isu penculikan bayi laki-laki yang baru lahir di Desa Girah seperti semasa Calon Arang hidup !” Terang Bahula
“Aku bisa mengerti sikap Ratna Manggali yang demikian ini Bahula. Wanita manapun juga akan sama seperti dia jika mengalami peristiwa itu. Merasa kecewa dan dikhianati. Tapi aku yakin, Ratna Manggali adalah gadis yang baik sekalipun ibunya memiliki sifat yang kejam. Kau tidak berprasangka jika Ratna Manggali terlibat di dalam peristiwa-peristiwa yang kau temui ini kan ?” Tanya Mpu Barada
Bahula terdiam, lantas menundukkan kepalanya
“Mendengar ceritamu tadi aku berharap prasangkamu terhadap Ratna Manggali tidaklah benar, ” tambah Mpu Barada
“Aku pun berharap begitu Mpu, aku begitu mencintai dia dan berharap dia kembali seperti dulu ceria dan penuh kehangatan !”
“sepertinya kita perlu melakukan penyelidikan tentang kasus menghilangnya bayi di Desa Girah untuk membuktikan prasangka kita !”
“Aku setuju Mpu, aku akan memulainya terlebih dahulu malam ini !”
“Kutunggu kabar selanjutnya darimu,”
***
Bersambung

Karakter Hantu dalam Film Horor Indonesia yang Kian Hidup

Oleh Nia Nayajomis

Beberapa tahun terakhir film Indonesia memang tengah menunjukkan prestasi dan eksistensinya bahkan telah berhasil merajai kembali bioskop tanah air. Tentu sebagai masyarakat Indonesia terutama pecinta film Indonesia bangga dengan fenomena ini.

Salah satu film yang berjaya di bioskop tanah air saat ini adalah film bergenre horor yang sempat diragukan khualitasnya karena sarat adegan esek-esek beberapa tahun lalu. Ditambah lagi karakter hantu yang harusnya menjadi daya tarik karena keseramannya justru diremehkan karena cenderung konyol dan tidak masuk akal. Inilah yang menjadikan film bergenre horor memiliki nilai minus.

Mengetahui hal ini, sutradara-sutradara film Indonesia saat ini pun berinisiatif untuk merubah stigma buruknya dengan membuat isi dari film tersebut lebih cerdas dan berkhualitas. Mulai dari segi cerita hingga pemerannya.

Hasilnya ? Bisa kita lihat lewat kesuksesan film Pengabdi Setan dan Danur yang tayang di bioskop pada tahun yang sama yaitu tahun 2017. Jumlah penonton yang berhasil diraih cukup fantastis. Bahkan film Pengabdi Setan berhasil melebarkan sayap kesuksesannya hingga keluar negeri. Dari karakter hantu yang ikonik dan viral ini dapat dijadikan pula tolak ukur kesuksesan sebuah film horor di Indonesia.

Kesuksesan kedua film horor ini tentu tidak lepas dari karakter hantunya yang benar-benar ikonik karena kemahiran sang Sutradara yang berhasil menghidupkannya. Tentu saja karakter hantu yang demikian tidak didapat secara instan. Observasi karakter, riset make up karakter, hingga pemilihan pemeran yang tepat adalah segelintir dari proses panjang yang dilalui sang Sutradara untuk menciptakan hingga menghidupkan karakter hantu menyeramkan dan ikonik yang sesuai dengan imajinasinya ini.

Inilah perkembangan khualitas sutradara Indonesia yang menurut saya satu langkah lebih cerdas dan sangat saya apresiasi. Yang mana, untuk membuat satu jenis karakter mereka tidak main-main. Mereka tidak asal memilih pemain, dan untuk memperkuat karakternya mereka tidak asal pula mendandaninya.

Sutradara film tidak sendiri dalam membuat karakter hantu yang ikonik dan menyeramkan ini, selain dengan sang Aktor yang memerankan karakter hantu dan dibantu segenap kru film lainnya, sutradara juga bekerja sama dengan make up artist maupun make up character yang handal. Lewat jemari mereka yang lihai dalam membuat riasan wajah, sosok hantu yang diinginkan sutradara film dipercayakan.

Ini pula yang bisa diambil sisi positif dari perkembangan film di Indonesia, yaitu mampu mendorong sektor lain dari ekonomi kreatif di Indonesia agar turut maju dalam berkiprah lewat adanya kerja sama antar bidang pekerjaan.

Bangga film Indonesia !

Flawless Make Up, Tren Rias Pengantin Masa Kini

Oleh Nia Nayajomis

Flawless make up adalah make up yang sempurna dan mulus tanpa noda. Jenis riasan yang satu ini memiliki warna dasar putih yang memberikan kesan flawless alias bersih yang mana biasanya dipadu dengan warna-warna lembut seperti pink, peach, atau nude yang memberikan kesan kalem dan natural.

Namun, belakangan ini flawless make up banyak diterapkan di acara resmi seperti pernikahan. Hal ini tampak dari beberapa selebritis tanah air yang tampak cantik dengan balutan flawless make up di hari bahagianya tersebut. Seperti,

* Raisa,

* Laudya Cynthia Bella,

* Putri Marino,

* Syahnaz Sadiqa

Meskipun dengan balutan make up yang kalem, mereka tampak elegan di acara akad nikah maupun resepsinya. Baik yang berkonsep modern maupun adat.

Dalam kacamata saya, flawless make up adalah make up yang sederhana. Penerapannya dalam tata rias pengantin menunjukkan adanya perubahan selera dan persepsi dalam tata rias pengantin itu sendiri. Bahwa cantik tidak harus menor. Dulu pengantin didandani dengan make up yang ‘menor’ terutama untuk rias pengantin adat, konon katanya agar manglingi tapi sekarang malah sebaliknya. Seperti Raisa dan Syahnaz Sadiqa, keduanya tampak cantik dan elegan dalam balutan riasan pengantin sunda yang kalem.

Tren penerapan flawless make up dalam tata rias pengantin ini menurut saya populer setelah royal weding Pangeran William dan Kate Middleton tahun 2011 lalu. Yah, para pengantin dari kalangan tokoh dunia ini memang terkenal berdandan sederhana dan casual tapi elegan dalam berbagai kesempatan. Kabarnya Kate Middleton merias sendiri wajahnya di hari pernikahannya tersebut. Yang terbaru, Meghan Markle yang menikah dengan Pangeran Harry adik Pangeran William pada 19 Mei lalu juga tampak cantik dan elegan dengan balutan flawless make up.

Selain itu, tren flawless make up juga dipopulerkan oleh artis-artis Korea Selatan. Dimana letak ciri khas flawless make up dari mereka adalah pada mata. Yang mana, bagian mata ini dibuat menonjol riasannya. Mengapa pada mata ? Karena bentuk mata orang Korea Selatan sipit, agar mata mereka tidak terkesan tenggelam mereka memunculkannya dengan memberikan sapuan eyeliner, dan mascara. Sementara pada bagian wajah yang lain mereka hanya menggunakan make up dengan warna-warna yang kalem. Selain itu, kulit wajah mereka juga sudah putih sehingga makin cantik dengan make up yang kalem dan natural.

Bagaimana ? Pembaca sekalian tertarik untuk mengenakan make up yang satu ini di hari pernikahan nanti ?

Representasi Muda dalam Pagelaran 29 Tahun Anne Avantie Berkarya

Oleh Nia Nayajomis

Pagelaran peragaan busana terakbar di Indonesia yaitu Indonesia Fashion Week baru saja usai digelar pada tanggal 28 Maret hingga 1 April 2018 lalu.

Para perancang busana kenamaan pun berlomba memperagakan busana-busana karya mereka di panggung Indonesia Fashion Week dengan berbagai ciri khas yang digadang-gadang akan menjadi tren di tahun berikutnya.

Nah, sebagai maestro busana kebaya di Indonesia, Anne Avantie pun tidak ketinggalan dalam ajang fashion terbesar di Indonesia itu. Dalam peragaan busana yang sekaligus memperingati 29 tahun ia berkarya itu, Anne Avantie memperagakan seratus busana kebaya karyanya dengan berbagai model yang disesuaikan dengan segmen pemakainya.

Dari sekian busana yang ditampilkan, ada 3 buah busana yang menurut saya paling mencuri perhatian dan sangat pas dalam mempresentasikan si pemakainya. Yaitu ;

* Nia Ramadhani dan Jessica Iskandar

Kedua ibu muda ini memang dikenal bersahabat bahkan keduanya tergabung dalam geng girl squad. Kebaya berwarna pink pastel yang lembut berpotongan one shoulder yang dipadukan dengan rok batik berbelahan tinggi di bagian depan yang menyapu lantai membalut indah di tubuh putih nan langsing kedua ibu muda ini. Ditambah lagi riasan wajahnya yang juga kental dengan warna pink pastel semakin mempresentasikan wanita muda yang telah menjadi ibu ini.

* Vanessa Presscilla

Berikutnya Vanessa Prescilla, gadis yang tenar lewat film Dilan 1990 dan Teman Tapi Menikah ini juga memperagakan busana kebaya dengan model kutu baru lengan pendek yang dipadukan dengan rok batik berbelahan tinggi di bagian depannya yang bernuansa pink-abu-abu muda yang sangat pas di tubuh remajanya. Wajahnya yang cantik khas remaja putri serta namanya yang kini tengah melambung lewat perannya sebagai gadis belia dalam film-filmnya semakin mempresentasikan kebaya yang ia pakai sangat cocok bagi gadis muda.

Seperti yang kita tahu selama ini, warna-warna pastel yang lembut dan terang memang identik bahkan menjadi favorit kaum muda. Itulah mungkin alasan Anne Avantie mengaplikasikan warna pink pada busana kebaya yang diperuntukkan kaum muda yang ditampilkan di pagelaran Indonesia Fashion Week dengan tajuk sekar ayu sriwedari ini.

Nia Ramadhani dan Jessica Iskandar yang merupakan ibu muda, serta Vanessa Prescilla yang seorang remaja wanita, ketiganya sukses mempresentasikan kaum muda lewat busana karya Anne Avantie tersebut.

Good Job 😊 !

Review Lapis Kukus Tugu Malang

Oleh Nia Nayajomis

Kemarin, saat saya hendak melahirkan, adik suami saya membawakan kue berlabel Lapis Kukus Tugu Malang ke klinik tempat saya hendak melahirkan. Nah, kebetulan kue lapis kukus yang dia bawakan saat itu memiliki varian chocopandan.

Beberapa hari kemudian, setelah saya melahirkan, salah seorang teman suami saya datang berkunjung ke rumah dengan membawa kue berlabel sama, yang mana kali ini variannya berbeda dari yang dibawakan adik suami saya kemarin. Yaitu varian talas keju dan brownies coklat.

Lapis kukus tugu malang ini adalah oleh-oleh khas malang yang baru saja muncul dan sedang hits saat ini. Nah setelah mencoba beberapa variannya saya tertarik untuk membuat reviewnya. Terutama untuk lapis kukus tugu malang dengan varian chocopandan, talas keju, dan brownies coklat.

Secara keseluruhan, lapis kukus tugu malang ini mirip dengan kue lapis surabaya yang memiliki warna khas kuning-coklat, begitupun bentuknya yang seperti roti spons memiliki tekstur lembut, padat, dan agak lembab. Mungkin saja efek lembab ini diperoleh dari proses pembuatannya yang dikukus, sesuai dengan namanya lapis ‘kukus’ tugu malang. Untuk rasanya manis legit, dan creamy. Pada bagian tengahnya untuk semua varian terdapat lapisan krim yang berbeda tiap variannya yang membuat rasanya makin manis legit.

Secara khusus, untuk lapis kukus tugu malang dengan varian pandanchoco dan talas keju ini saya rasa hampir sama. Memiliki dua perpaduan warna, yang mana varian chocopandan memiliki paduan warna hijau dan coklat, sedangkan talas keju merah muda dan coklat dengan lapisan krim berwarna ungu. Untuk taburannya sama-sama menggunakan parutan keju.

Sementara itu, untuk varian brownies coklat sudah mana mesti memiliki warna monokrom yaitu coklat pekat dan rasa seperti brownies pada umumnya hanya saja lebih cremy dan terdapat lapisan tengah yang dibalut krim manis yang membelah bagian atas dan bawahnya.

Saya pribadi, lebih mengidolakan lapis kukus tugu malang dengan varian brownies coklat daripada chocopandan ataupun talas keju. Karena varian brownies coklat rasa manisnya tidak terlalu legit karena terdapat rasa pahit dari coklat yang khas yang membuat tidak enek.

Lapis kukus tugu malang yang berharga antara Rp. 25.000,- sampai Rp. 28.000,- ini cocok dinikmati sebagai cemilan, teman minum teh, dijadikan suguhan, ataupun untuk oleh-oleh.

Untuk cara memperolehnya, sangat mudah karena outlet yang menjual lapis kukus tugu malang ini telah tersebar di berbagai daerah Malang Raya. Sehingga makin mudah jangkauannya. Atau jika malas datang ke outlet penjualannya, pembaca bisa memesannya via layanan jasa transportasi seperti Go Food.

Bagi pembaca sekalian apabila berkunjung ke Malang jangan lupa membeli oleh-oleh kekinian yang satu ini !