Ketuhanan Yang Maha Esa, Covid-19, dan dr. Terawan

Oleh Nia Nayajomis

Pada masa awal pandemi 2020 lalu, pernyataan dr. Terawan Agus Putranto tentang covid-19 yang dianggap mengentengkan dimana beliau menyatakan covid-19 itu adalah penyakit biasa yang bisa sembuh sendiri menuai kontroversi. Sikapnya yang santai menghadapi wabah ini pun berujung pada dilengserkannya dia dari kursi Menteri Kesehatan dari Kabinet Indonesia Maju era Presiden Joko Widodo.

Di dalam postingan kali ini saya tidak mau membahas tentang pernyataan kontroversi yang diungkapkan dr. Terawan pada saat itu. Tapi selingan pernyataan beliau dalam sebuah konferensi pers yang mana beliau menyatakan bahwa ‘selama kita berpegang teguh pada Pancasila, do’a itu menjadi hal yang harus utama. Maka ora et labora, bekerja sambil berdo’a. Negara lain boleh protes, biarkan saja. Ini hak negara kita bahwa kita mengandalkan Yang Maha Kuasa. Kenapa malu mengandalkan Yang Maha Kuasa ? Mosok berdo’a saja malu orang boleh beragama tapi belum tentu mau berdo’a. Yang ndak berdo’a ya jangan coba-coba mengandalkan kekuatan sendiri’. Pernyataan ini sangat membekas di ruang rekam pemikiran saya, saya sebenarnya hendak menerbitkan tulisan ini pada 1 Juni lalu bertepatan dengan even hari kelahiran Pancasila tapi karena kesibukan yang padat hari ini saya baru bisa selesai mengulasnya.

Pertama, dari pernyataan dr. Terawan Agus Putranto ini memberikan perspektif baru bagi saya dalam memaknai Pancasila ke satu. Bahwa ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ bunyi sila ke satu ini tidak melulu membahas tentang kebebasan memeluk agama. Lebih daripada itu, sila ke satu ini juga membahas jejak history negara kita tentang pasal hubungan manusia dengan Tuhan. Jauh sebelum mengenal agama, bangsa Indonesia telah mengenal adanya Tuhan atau pencipta alam semesta yang diwujudkan dengan bentuk pemujaan terhadap sesuatu yang memiliki kekuatan atau lebih dikenal dengan dinamisme. Dan Pancasila yang menjadi pedoman negara Indonesia dalam berbangsa dan bernegara menempatkan hubungannya dengan Tuhan adalah hal yang utama sesuai bunyi ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’. Dan Indonesia mengimani keberadaan Tuhan sebagai Dzat Yang Maha Kuasa adalah sumber dari segala pertolongan atas segala macam permalasahan.

Kedua Pancasila sebagai dasar negara kita. Mengutip pernyataan dr. Terawan ‘selama kita masih memegang teguh Pancasila’ dan ‘negara lain boleh protes, biarkan saja’ (Indonesia mengandalkan kekuatan Tuhan yang dinilai naif) hal ini semakin mengukuhkan bahwa Pancasila adalah simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta dasar berdirinya negara kita yang mutlak tidak bisa diganggu gugat. Dan Pancasila menjadi sumber kekuatan dan petunjuk bagi negara Indonesia dalam mengatasi segala macam permasalahan.

Jika ditelaah sebenarnya pernyataan ini adalah pernyataan sederhana dari pengetahuan paling umum yang bisa kita pelajari di banyak tempat di negeri ini. Tapi kita tidak akan menemukan banyak tempat dan orang yang mengulas tentang hal ini apalagi para pemimpin besar tidak banyak sekarang menyinggung tentang Pancasila dalam banyak kesempatan kecuali di event yang berhubungan dengan hari besar nasional saja. Secuil kata-kata Dokter Terawan ini terasa sepele tapi maknanya sangat luhur dan dalam. Pernyataan dr. Terawan ini sebenarnya sangat jujur, nasionalis, dan idealis. Sayang disampaikan di waktu yang genting, sehingga pesannya yang menurut saya pribadi sangat luhur ini menjadi tidak tersampaikan dengan maksimal. Jujur saja saya pun juga baru-baru ini melihat video konferensi pers beliau saat mengatakan kutipan yang saya ulas ini. Dulu saya sempat bertanya-tanya ketika membaca berita beliau yang dinilai meremehkan covid-19, saya tidak percaya bagaimana mungkin seorang dokter tentara yang sudah terkenal sepak terjangnya dalam dunia kesehatan dan sangat diperhitungkan bisa meremehkan situasi krisis kesehatan yang melanda negerinya. Tapi setelah menonton video yang mengutip pernyataannya bahwa ia optimis dengan keyakinannya dalam menanggapi dan menangani covid-19 berdasarkan Pancasila saya meyakini apa yang beliau lakukan sebenarnya tidak main-main.

Menyimpulkan dari sekian pendapat saya, intinya dari pernyataan dr. Terawan saya mendapat pembaharuan tentang perspektif saya mengenai makna yang terkandung dalam Pancasila khususnya sila ke 1. Dan dari pernyataan dr. Terawan keyakinan saya akan kekuatan Pancasila di tanah air kian menguat seiring perkembangan zaman yang menurut saya mulai menggerus ingatan kita akan kecintaan pada Pancasila.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: