Tips & Trik, Tren, Ulasan

Mengelola Budget Menu Sehari-hari

Oleh Nia Nayajomis

Akhir-akhir ini saya sering menemukan postingan yang mengulas tentang budget menu makan sehari-hari di rumah di media parenting. Yang mana dalam postingan tersebut, ibu-ibu ditanya berapa rupiah yang dikeluarkan untuk berbelanja bahan masakan setiap hari ? Dan apabila dibudget sepersekian, apa saja yang bisa ibu peroleh ?

Kalau saya melihat dari komentar-komentar para netizen menanggapi postingan tentang budget menu sehari-hari ini lebih cenderung kontra. Yang mana banyak yang mengeluh kurang dengan budget yang dimiliki untuk berbelanja bahan masakan setiap harinya.

Menyikapi postingan dan opini tentang budget membelanjakan bahan makanan untuk sehari-hari ini saya punya pandangan berbeda. Dimana, penetapan budget setiap orang memang berbeda. Apa yang membedakan ? Tempat tinggal. Bagi orang desa misalnya, uang Rp. 20.000,- bahkan Rp. 10.000,- sudah cukup untuk membeli bahan masakan. Orang desa bisa memasak 2 hingga 3 macam menu masakan. Ini tidak termasuk untuk beras, bumbu, minyak, dan gas yang notabenenya bukan barang langsung habis dan pemenuhannya untuk jangka waktu tertentu.

Sementara di kota apalagi kota besar yang mana biaya hidup memang besar setara dengan kemudahan memperoleh pendapatan dan angka pendapatannya yang besar juga. Uang Rp. 20.000,- saya rasa cukup untul dibelanjakan lauk mungkin bisa untuk 1 atau 2 macam lauk dan itu belanjanyapun harus ke pasar tradisional atau tukang sayur keliling ya.

Tidak hanya daerah tempat tinggal saja yang mempengaruhi seseorang dalam menentukan budget untuk belanja menu makan sehari-hari, tapi juga apa yang dibelanjakan ? Jika yang dimasak aneka sayuran seperti sawi, buncis, kangkung, dan lainnya budget Rp. 10.000- di daerah tempat tinggal di pedesaan bisa masak 2 macam lauk seperti sayur sop/aneka tumis sayuran dan tahu-tempe atau bakwan. Sedangkan menu dari olahan ikan budget yang dikeluarkan bisa Rp. 15.000,- sampai Rp. 20.000,-. Menu yang dibuat bisa 2 macam bisa juga kombinasi antara menu berbahan ikan dan sayuran misal Tongkol Suwir dengan tumis tauge ini.

Untuk menu berbahan daging dengan budget Rp. 25.000,- bisa disiasati dengan mengolahnya sebagai campuran sup, atau lodeh.

Terakhir adalah selera dan gaya hidup yang mempengaruhi seseorang dalam berbelanja. Mau dibudget sebesar apapun jika selera dan gaya hidupnya cenderung hedonisme tak akan pernah cukup. Sebaliknya, jika selera dan gaya hidup kita biasa saja insyaallah berapapun budget yang kita punya pasti cukup untuk memenuhi kebutuhan kita setiap hari.

Jadi, tentang budget untuk berbelanja bahan makanan setiap hari sebenarnya tergantung dari diri kita sendiri. Ini tidak melulu pada kebutuhan pangan saja, konsep demikian juga berlaku untuk semua kebutuhan. Jika kita mampu bersyukur dan tidak berlebihan, insyaallah berapapun rezeki yang kita punya akan cukup kita kelola, ditambahi dengan pandai-pandainya kita dalam mensiasatinya apabila terjadi kekurangan.

Satu tips lagi juga, gunakan kreativitas kalian dalam mengolah makanan. Sekalipun yang diolah bahan makanannya hanya itu-itu saja, mungkin anda bisa memanfaatkan aneka resep masakan untuk membuat menu yang kolaboratif, kreatif, variatif, dan enak tentunya. Dari sini pulalah, kita juga bisa berhemat lagi lewat cara pegolahan bahan makanan yang murah dan itu-itu saja.

Sekian, 😊

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s