Tren, Ulasan

Hijab, From Trendy to Habit

Oleh Nia Nayajomis

Perkembangan fashion busana muslim dan hijab sedang pesat-pesatnya di negera kita. Ini sejalan dengan predikat Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Bahkan Indonesia juga diklaim sebagai kiblat fashion muslim dunia. Ini terbukti dari banyaknya desainer busana muslim dari Indonesia yang mendunia.

Saya pribadi juga mengakui jika perkembangan modest wear di tanah air memang sangat bagus. Modelnya yang stylish, variatif, dan inovatif mampu menarik banyak konsumen baik laki-laki maupun perempuan terutama yang berhijab untuk meminangnya. Bahkan perempuan yang tidak berhijab pun ikut menggemari busana muslim beserta hijabnya. Potensi ekonominya pun turut terpacu. Dari sini pulalah banyak pengusaha busana muslim atau hijab bermunculan.

Nah, dari segi ketertarikan kaum wanita yang tidak berhijab akan busana muslim terutama pada hijabnya inilah yang akan saya bahas di postingan kali ini. Karena dari model hijab yang modis ternyata terselip dakwah untuk kaum wanita agar menutup auratnya.

Saya termasuk wanita yang tidak berhijab, karena saya mengenakan hijab saat bepergian keluar rumah saja. Alasannya saya belum konsisten berhijab karena belum siap lahir batin (sebuah alasan yang tidak potensial sebenarnya)

Tapi menyorot beberapa wanita yang modis dan tiba-tiba berhijab, ini adalah sebuah hal yang menarik menurut saya meskipun saya sendiri tidak berhijab. Saya pribadi menilainya tindakan yang demikian hanya untuk mengikuti tren fashion semata. Bukan bermaksud menggurui, tapi di sisi lain ada makna positif yang akhirnya menjadikan wanita-wanita ini lebih baik baik dari segi prilaku maupun pola beribadahnya.

Di mindset orang Indonesia, wanita berhijab berarti wanita yang berperilaku baik. Dari pendapat inilah wanita-waniita yang tadinya berhijab sekedar mengikuti tren karena model hijab dan busana muslim yang modis akhirnya menuntut mereka untuk memperbaiki sikap maupun tingkah laku mereka juga yang dinilai kurang baik. Dari sini akhirnya mereka pun konsisten, atau dalam bahasa arabnya mungkin ‘istiqomah’. Inilah selipan dakwah dibalik cantik dan modisnya hijab dan busana muslim.

Menurut saya pendapat seperti ini ‘sebelum berhijab, hijabi dulu hatimu’ itu kurang tepat agaknya, karena metamorfosa setiap orang berbeda. Adakalanya sebuah tindakan yang baik tidak bisa dimulai dari niat terlebih dahulu. Melainkan lewat tindakan yang nyata, kemudian dilakukan secara kontinyu dan berkesinambungan akhirnya menjadi istiqomah lahir batin.

Semoga bermanfaat 🙏

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s