Tren, Ulasan

Review Opening-Closing Ceremony Asian Games 2018

Oleh Nia Nayajomis

Asian Games baru saja usai digelar seminggu yang lalu yang ditandai dengan closing ceremonynya yang super megah dan meriah.

Diantara serba-serbi Asian Games yang digelar untuk ke 18 kalinya ini, salah satu yang paling menarik selain prestasi para olahragawannya yang berlaga di arena adalah opening dan closing ceremonynya.

Dengan slogannya ‘energy of asia’, Indonesia berhasil memukau dunia. Tak hanya di dalam negeri, di luar negeri pun Indonesia mendapat apresiasi yang sangat luar biasa.

Tentu saja membuat acara sebagus itu tidaklab mudah. Panitia penyelenggara hanya diberi waktu 2 tahun untuk mewujudkan opening dan closing ceremony Asian Games semegah dan semeriah itu. Padahal di negara lain, untuk membuat opening-closing ceremony acara pesta olahraga seperti itu, 10 tahun sebelum digelar mereka telah membentuk panitia. Berarti butuh 10 tahun untuk mempersiapkan acara seperti opening ceremony olimpiade London yang digelar 6 tahun lalu itu.

Mencengangkan bukan mengetahui orang-orang kita bisa membuat acara spektakuler seperti itu hanya dalam waktu 2 tahun saja ? Saya hingga hari ini masih belum move on dari suguhan acara bertaraf internasional karya anak bangsa itu.

Di belakang panggung opening dan closing ceremony Asian Games ke 18 yang spektakuler itu ada banyak orang ahli yang berandil besar. Di bawah arahan Wishnutama, maestro pertelevisian Indonesia itu orang-orang ahli kita bekerja.

Duduk sebagai Creative Director, Wishnutama sekali lagi berhasil menunjukkan khualitasnya membuat pertunjukkan berkelas internasional. Seperti yang kita tahu selama ini di acara ulang tahun stasiun televisi yang ia pimpin saja, Wishnutama memang selalu menduduki posisi creative director. Ditambah dengan penampilan artis internasional yang selalu hadir di tiap gelarannya, Indonesian Choice Award selalu bisa memukau penonton.

Sayangnya, di opening ceremony asian games ini saya menilai performa Wishnutama dalam membuat pertunjukkannya kurang all out. Bagus, tapi kurang greget. Mungkin saja karena selama ini saya terpaku pada Indonesian Choice Award yang bergaya internasional, alhasil melihat kemasannya berbeda yang mana acara opening ceremony asian games ini kental dengan budaya tradisional Indonesia saya jadi agak familiar.

Mungkin juga karena persiapannya yang agak mepet, dan banyaknya pertunjukkan kebudayaan yang hendak ditampilkan menjadikan acara pembuka jelang pertandingan olahraga internasional yang dimaksudkan untuk memperkenalkan budaya yang ada di negara kita itu jadi kurang all out.

Opening ceremony Asian Games ini menurut saya juga sangat Indonesia. Sekali lagi saya acungi jempol Wishnutama dan kawan-kawan yang bekerja di belakang panggung. Selain pertunjukkan tari dari seluruh nusantara yang dibawakan oleh ribuan penari dalam satu kemasan acara, set panggung yang menampilkan bentang alam Indonesia ini membuat pertunjukan semakin bagus dan lengkap. Yang mana di dalam set itu ada air terjun, gunung, matahari, bulan dan bukit. Untuk set lautnya menggunakan properti bentangan kain serta replika ikan dan aneka hewan laut lainnya. Ditambah dengan teknologi lighting set bentang alam Indonesia ini pun makin terlihat hidup. Seolah-olah kita melihat Indonesia dalam satu stadion.

Hebat, hebat, hebat ! Wishnutama dan kawan-kawan berhasil membuat seluruh Indonesia tampil di dalam satu panggung.

Tapi tetap secara keseluruhan kemasan acaranya bagus dan fenomenal apalagi ketika ada scene dimana Presiden Jokowi menunggangi motor besar ala-ala adegan film laga yang ditayangkan di awal acara. Aksi presiden ini justru menjadi viral di dalam dan luar negeri meskipun di dalam negeri juga sempat menuai kritik dan kontoversi.

Sementara itu, untuk closing ceremony asian gamesnya juga tak kalah spektakuler. Tata panggung yang sederhana dihiasi dengan pertunjukkan lighting dan kembang api yang semarak sangat memukau penonton ditambah penampilan artis hallyu seperti Super Junior dan Ikon menjadikan acara yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno ini makin spektakuler. Inilah panggungnya Wishnutama, bergaya internasional suami Gista Putri ini menunjukkan khualitas tangan dinginnya. Acara yang sebenarnya lebih santai dan sederhana dari opening ceremonynya ini tetap tak kalah spektakulernya.

Mungkin karena ini adalah closing ceremony jadi acaranya lebih santai, dengan kehadiran boyband sari Korea Selatan yang merupakan idola kaum remaja kesannya acara closing ceremony Asian Games ini terasa seperti konser musik. Spektakuler dan epik.

Demikian review dan kesan saya tentang pagelaran Opening dan Closing Ceremony Asian Games yang di selenggakan bebera bulan lalu, bagaimana dengan anda ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s