Tren, Ulasan

Harga Daging Ayam dan Aneka Makanan Berbahan Daging Ayam

Oleh Nia Nayajomis

Harga daging ayam yang meroket akhir-akhir ini sepertinya ada kaitannya dengan makanan-makanan berbahan dasar daging ayam yang sedang hits disekitar kita.

Yah seperti yang sudah kita tahu, bisnis jenis kuliner memang cukup diminati oleh kebanyakan orang dalam membuka usaha. Seperti beberapa selebritis tanah air yang kini banyak membuka gerai toko kue kekinian beberapa diantaranya ‘Surabaya Papata’ milik selebgram Ria Ricis, ‘Malang Strudel’ milik Teuku Wisnu, dan ‘Surabaya Snow Cake’ milik Zaskia Sungkar.

Selain bisnis kuliner jenis kue, artis-artis Indonesia juga sedang gemar-gemarnya membuka usaha rumah makan atau berjualan lauk via online yang menawarkan menu olahan ayam. Misalnya ‘Geprek Bensu’ milik Ruben Onsu, ‘Ayam Jerit’ milik Titi Kamal, dan ‘Nona Judes’ milik Prilly Layuconsina. Yang memiliki ciri khas sendiri-sendiri dengan varian sambalnya maupun bumbunya yang rata-rata bercita rasa pedas.

Selain usaha kuliner berbahan ayam yang dikelola oleh artis, disekitar kita juga menjamur rumah makan baru maupun lama yang menawarkan menu olahan ayam seperti milik para artis tersebut dengan ciri khasnya masing-masing. Ada ayam geprek, ayam mandi sambal, ayam goreng nelongso, dan lain sebagainya. Semuanya rata-rata memawarkan rasa pedas dari sambal khas masing-masing.

Bisnis kuliner berbahan ayam yang sedang naik daun ini berimbas pada harga daging ayam yang melonjak akhir-akhir ini. Yah, tingginya permintaan akan ketersediaan daging ayam ini rupanya dimanfaatkan oleh pedagang maupun pengusaha ayam untuk meraup keuntungan dengan menaikkan harganya.

Tidak bisa dipungkiri memang, daging ayam adalah primadona karena penggunaannya yang hemat dan fleksibel untuk berbagai jenis olahan makanan dan harganya yang lebih murah dari daging sapi. Misalnya untuk bahan bakso, banyak pedagang bakso yang beralih menggunakan daging ayam karena harganya lebih murah meskipun dampaknya rasa bakso yang dihasilkan sedikit berubah.

Tapi, segala sesuatu itu ada masanya layaknya roda yang berputar, kadang di atas kadang dibawah. Mungkin saat ini adalah masa dimana daging ayam sedang menjadi bahan makanan yang paling diminati dalam dunia usaha kuliner, tapi suatu hari nanti akan tergantikan dengan bahan makanan lain yang lebih fleksibel dan ekonomis.

Kita ikuti saja alurnya sambil mencari alternatif lain untuk mencukupi kebutuhan protein hewani kita. Bagaimana, apakah pembaca sekalian sudah memiliki alternatif lain untuk menggantikan ayam yang harganya sedang melambung tinggi di meja makan ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s