Film, Tren, Ulasan

Review Film Hollywood dengan Efek CGI

Oleh Nia Nayajomis

Film hollywood dengan genre fantasi atau pahlawan biasanya kental dengan efek CGI. CGI atau Computer Generated Image adalah penerapan bidang komputer grafis, atau lebih khusus, grafis 3D komputer untuk efek khusus dalam film, program televisi, commercials, simulators dan simulasi umumnya, dan media cetak.

Efek CGI ini biasanya diterapkan guna memperkuat karakter tokoh, alur, adegan, atau latar sebuah film agar terlihat lebih nyata dan apik tentunya. Dari tahun ke tahun teknologi ini kian berkembang dan canggih bahkan telah menggantikan sebagian besar properti pembuatan film. Sehingga surtradara ingin membuat film seperti apapun sekarang ini cukup mengandalkan kecanggihan CGI. Rumah-rumah produksi film pun kini juga menjadikan kecanggihan CGI sebagai pelaris film yang mereka produksi.

Sayangnya, setiap kelebihan juga memiliki kekurangan. Begitupun kecanggihan CGI yang mampu menyulap imajinasi kreator film menjadi visual yang apik ini. Kecanggihan CGI yang biasanya divisualisasikan lewat adegan laga sang tokoh justru menggeser drama antar tokoh yang menjadi nyawa sebuah film. 

Saya mengambil contoh film Transformers. Film bergenre fiksi ilmiah yang menceritakan petualangan autobot melawan decepticon ini, di sekuel pertama dan keduanya masih kental menyajikan drama antar tokoh utamanya seperti Sam Witwicky, Optimus Prime, dan Bumblebee. Sehingga drama yang diperankan oleh para tokoh ini pun berpadu sempurna dengan efek CGI yang semakin memperkuat karakter tokoh, alur, dan latar ceritanya.

Namun, di sekuel ke tiga dan empat penonton hanya disuguhi kecanggihan CGI yang diperagakan lewat gambar-gambar pertempuran robot. Drama antar tokoh yang seharusnya menjadi roh dari film ini hanya ditampilkan kurang dari 50% alur ceritanya saja. Sangat disayangkan.

Film-film baru hollywood yang tayang di bioskop akhir-akhir ini juga demikian terutama film yang menceritakan pahlawan super, eksekusi drama dan efek CGI nya kurang tepat. Pertunjukan efek CGI terlalu mendominasi isi film sedangkan dramanya kurang. Padahal apabila drama dan efek CGI berpadu seimbang, film yang dihasilkanpun akan sangat bagus. Sebaliknya, efek CGI yang berlebihan ini justru menjadikan isi film monoton dan membosankan.

Film maker hollywood saat ini mungkin saja mengandalkan kecanggihan CGI di dalam film-filmnya karena mereka telah kehabisan ide cerita. Karena, beberapa waktu lalu beredar isu bahwa hollywood tengah kehabisan cerita untuk membuat film.

Tidak hanya mengandalkan efek CGI, remake film lawas dan film dari negara lain, serta pembuatan film dengan sekuel yang banyak  juga tengah menjadi tren di hollywood. Hal ini bisa jadi juga menguatkan isu jika hollywood memang kehabisan ide cerita.

Serentetan masalah yang dialami oleh hollywood di atas malah menjadi peluang bagi perindustrian film tanah air untuk melebarkan sayap eksistensinya terutama di bioskop tanah air. Mengingat beberapa tahun ini film-film tanah air tengah menunjukkan prestasinya yang gemilang. Lebih dari pada itu, sebagai penikmat film harapan saya industri film Indonesia dapat tetap berjaya di negeri sendiri dengan produktifitas film makernya menyajikan film-film berkhualitas dengan ada atau tidak kendala yang dialami oleh hollywood sebagai pesaing berat dalam dunia perfilman Indonesia maupun dunia.

Salam, 😊

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s