Bio, Tren

Tas Rajut, Fashion Item Bernilai Seni

Oleh Nia Nayajomis 

Tas rajut atau tas yang terbuat dari rajutan benang memang sudah dikenal sejak dulu, hanya saja beberapa tahun lalu tas dengan model yang satu ini sempat tren kembali. Terutama ketika boomingnya drama korea, yang mana para pemeran wanitanya kerap mengenakan aksesoris seperti tas, topi, syal, atau busana berbahan rajut. Sehingga menjadikan penggemar fanatiknya pun terpengaruh untuk turut menirukan gaya sang artis.

Sebelum dan sesudah tas rajut ini tren kembali, saya memang sudah menyukainya. Sayangnya, cukup sulit untuk mendapatkan tas rajut di daerah tempat tinggal saya, mengingat tas ini memang sudah jarang dijual secara komersil di toko tas karena minimnya produsen yang membuat. Akhirnya saya pun harus menunda keinginan untuk memilikinya.

Keinginan memiliki tas rajut akhirnya terwujud ketika saya berlibur ke Bali saat kelulusan SMK dulu. Saya membelinya ketika mengunjungi Pasar Seni Sukawati dengan harga yang miring. Tas rajut pertama saya itupun menjadi kenang-kenangan saya ketika berlibur di Bali.

Meskipun beberapa orang mengatakan tas rajut itu kuno bagi perempuan seusia saya, tapi saya sangat menyukainya. Selain pada dasarnya selera saya memang berbeda juga karena proses pembuatannya yang konvensional dan membutuhkan ketrampilan khusus menjadikan tas rajut ini klasik dan bernilai seni. Lalu, tas rajut juga langka karena tidak di semua toko tas atau aksesoris wanita menjualnya. Minimnya produsen dan ketrampilan pembuatannya yang tidak sembarang orang bisa juga menjadi penyebab tas jenis ini langka. Ini pula yang menjadikan harganya mahal. Sekalipun harga tas rajut itu mahal, menurut saya setimpal dengan hasilnya yang eksklusif dan bernilai seni.

Tas rajut biasanya bisa diperoleh di toko souvenir dan aksesoris di tempat wisata, memesan pada pembuatnya langsung, atau yang paling mudah ialah dengan membeli lewat online shop. Ada kekurangan dan kelebihannya masing-masing dalam memperoleh tas rajut seperti yang saya sebutkan di atas. Jika membeli di tempat wisata biasanya harganya mahal, untuk bisa mendapatkan harga yang miring diperlukan keahlian menawar yang sangat jitu. Selain itu modelnya biasanya monoton, dan bahan yang digunakan kurang berkhualitas.

Kemudian jika membelinya pada pembuatnya langsung, kita bisa memesan sesuai keinginan. Khualitasnya bagus atau tidak bisa dipastikan. Untuk harga biasanya bisa lebih murah. Sedangkan jika membeli lewat online shop, pilihannya sangat banyak dan bervariasi, model-modelnya biasanya lebih bagus. Sayangnya untuk segi khualitas tidak dapat dipastikan, dan harganya bisa sangat mahal.

Yah, itu tadi sedikit cerita tentang kecintaan saya pada tas rajut, dan tips memperolehnya yang bisa saya bagi pada pembaca sekalian pada postingan kali ini. Semoga bermanfaat dan menginspirasi 🙏

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s