Karya Tulis

Ratna Manggali

Oleh Nia Nayajomis

BAGIAN 5 

Bahula telah tiba di perbatasan Daha. Sebentar lagi dia dan pasukannya akan sampai di kota raja Daha. Perjalanan pulang ini, sehari lebih cepat dari perjalanan keberangkatan sebelumnya.

Bahula sudah tak sabar ingin bertemu dengan istrinya, Ratna Manggali.

Bahula mengarahkan pasukannya ke istana kerajaan Daha. Begitu sampai di istana, Bahula dan prajuritnya langsung disambut oleh Raja Airlangga dan punggawa istana lainnya.

“Selamat Patih Bahula, kau berhasil menyelesaikan tugasmu !” Ujar Raja Airlangga sambil memeluk Bahula

“Terimakasih Gusti Prabu, saya juga berterimakasih karena telah diberi kepercayaan untuk menyelesaikan tugas ini !” Balas Bahula

“Baiklah kalau begitu, aku sudah menyiapkan pesta jamuan untukmu dan prajurit yang kau pimpin sebagai salah satu hadiah untuk keberhasilanmu dalam tugas kali ini, ayo kita ke aula istana !” Ajak Raja Airlangga

Sebenarnya, Bahula ingin segera beranjak dari istana itu. Karena perasaannya yang sudah bercampur aduk ingin segera bertemu dengan Ratna Manggali. Tapi apa mau dikata, dia tak enak hati untuk pamit terlebih dahulu dari kebahagiaan yang sedang dirayakan di tempat ia mengabdi itu. Jadilah dia memutuskan untuk kembali ke Girah esok pagi, demi rasa hormatnya pada sang Raja.

***

Setelah ritual tadi siang, Ratna Manggali dari yang seorang perempuan lugu berubah menjadi sosok yang tak berperasaan. Tidak hanya dari sisi psikisnya, secara fisikpun terdapat perubahan yang cukup drastis pada dirinya. Seperti selaput hitam pada bola matanya yang biasanya berwarna hitam kecoklatan, kini berubah menjadi lebih gelap, terlebih aura wajahnya.

Bi’ Darmi merasakan perubahan pada diri Ratna Manggalih itu. Dia tidak berani mendekati majikannya itu. Dia lebih memilih diam dan memperhatikannya dari jauh. Nanti saat Bahula pulang, dia akan melaporkannya.

***

Seorang wanita berambut panjang dengan aura wajah yang gelap berjalan dari dapur membawa sebilah pisau menuju sebuah ruang kamar. Wanita dengan aura wajah gelap itu membuka pintu sebuah kamar. Ketika dia buka, tampak seorang laki-laki yang tak lain adalah Bahula, tengah berbaring di atas ranjang dengan mata terpejam. Wanita itu pun mendekati Bahula yang tengah terlelap itu.

Ketika sampai di dekat Bahula, wanita itu langsung menghunuskan pisau ditangannya itu pada dada bidang Bahula yang terbungkus pakaian.

“Aaaaargh !” Erang Bahula

Bahula terbangun dari tidurnya dengan keringat bercucuran di seluruh tubuhnya.

“Huft . . . ternyata hanya mimpi, ” gumam Bahula sembari duduk terengah-engah di atas tempat tidur prajurit di Gladi Yudha istana Daha itu.

Meskipun tadi hanya mimpi, tapi hal itu membuat Bahula takut.

Tak berapa lama, terdengar suara kokok ayam. Pertanda pagi mulai datang. Bahula pun beranjak dari peraduannya dan segera bersiap pulang ke Girah.

***

Sekitar dua jam menempuh perjalanan dengan berkuda, akhirnya Bahula tiba di Girah. Ketika sampai di depan rumahnya, tampak Bi’ Darmi sedang menyapu halaman.

Bahula turun dari kudanya kemudian menuntunnya ke kandang.

Setelah itu dia masuk ke dalam rumah untuk menengok istrinya di kamar.

Ketika ia membuka pintu kamar, tampak Ratna Manggali masih tertidur pulas. Bahula lantas mendekati wanita itu. Dia sudah tidak tahan menahan rindu padanya. Dia lalu mencium kening Ratna Manggali, kemudian membelai wajah perempuan yang masih terpejam itu

“Aku sangat merindukanmu Dinda,” gumam Bahula kemudian.

Tak berapa lama, Ratna Manggali terbangun. Bahula lantas melepaskan tangannya dari wajah istrinya itu. Ratna Manggali menatap tajam ke arah Bahula. Kemudian dia beranjak pergi begitu saja tanpa memperdulikan laki-laki yang duduk dihadapannya itu.

Nelangsa hati Bahula melihat sikap istrinya yang tak mengacuhkannya itu.

“Sebenci itukah dirimu padaku Dinda ? Sampai kau tak sudi melihatku ” gumam Bahula sambil menatap kepergian Ratna Manggali

***

Bersambung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s