Karya Tulis

Ratna Manggali

Oleh Nia Nayajomis

BAGIAN 1

Setelah kematian ibunya, Calon Arang, Ratna Manggali begitu terpukul. Sekejam apapun Calon Arang, di tetaplah ibunda Ratna Manggali dan dia sangat menyayanginya.

Kesedihan Ratna Manggali kian mendalam mengetahui yang menewaskan mendiang ibunya adalah suaminya sendiri, Bahula. Maksut dari Bahula sebenarnya baik, dia hendak melindungi seluruh rakyat Daha dari kebengisan Calon Arang yang sudah mengancam selama bertahun-tahun. Tapi di sisi lain, kenaifan dan egoisme Ratna Manggali juga berkecamuk di dalam dirinya. Antara membenarkan tindakan suami atau sebaliknya.

***

Pasca meninggalnya sang Ibu, Bahula bermaksut mengajak Ratna Manggali pindah ke daerah asalnya di Ibukota Daha. Selain karena tuntutan pekerjaannya di istana Daha sebagai Patih, maksut dan tujuan Bahula mengajak Ratna Manggali pindah juga agar istrinya itu tidak terus terpaku pada kesedihannya setelah ditinggalkan sang Ibu.

Harapan Bahula, jika Ratna Manggali tinggal di ibukota dia bisa cepat melupakan kesedihannya dengan menikmati keramaian kehidupan di ibu kota.

Sayangnya, ajakan Bahula itu ditolak mentah-mentah oleh Ratna Manggali. Maklum, sejak ditimpa kesedihan akibat kematian mendiang ibunya, Ratna Manggali jadi lebih emosional.

“Rumah ini tempat mendiang ibuku pulang jadi mana mungkin aku meninggalkannya !” Demikian alasan yang terlontar dari mulut manis perempuan berparas ayu itu

“Kita bisa mengunjunginya setiap saat meskipun kita tidak lagi tinggal disini !” Balas Bahula, mencoba meyakinkan Ratna Manggali sekali lagi

“Tidak, jika kau ingin pergi, pergilah sendiri ! Aku tidak keberatan jika kau meninggalkanku !” 

Balasan perkataan Ratna Manggali itu langsung mematahkan argumentasi Bahula untuk membujuk Ratna Manggali. 

Akhirnya, demi rasa cintanya yang tulus pada perempuan yang benar-benar memikat hatinya sejak pertama kali dulu itu, jadilah Bahula menempuh jarak yang cukup jauh pulang pergi dari ibukota Daha ke Desa Girah.

***

Sementara itu, suasana di daerah pemerintahan Daha kian aman dan tentram sejak Calon Arang tewas di tangan Patih Bahula. Namun, suasana yang kondusif itu tidak dengan perasaan Bahula yang mengkhawatirkan kondisi istrinya yang semakin emosional. Dia khawatir, Ratna Manggali salah paham padanya, mengira jika dirinya sengaja dinikahi oleh semata-mata untuk kepentingan politik. Yaitu untuk menyingkirkan calon arang.

Untuk menangkal perasaannya yang ia harap jangan pernah terjadi itu, Bahula membawa seorang emban dari ibu kota yang akan ia tugaskan untuk membantu dan mengawasi Ratna Manggali di rumahnya, di Desa Girah selagi ia di pergi ke ibukota.

***

Bersambung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s