Tren, Ulasan

Tema Bhineka Tunggal Ika yang Tak Lekang oleh Waktu

Oleh Nia Nayajomis

Beberapa tahun belakangan, tema bhineka tunggal ika yang biasanya hadir dengan parade kostum adat dari berbagai daerah jarang bahkan sudah tidak lagi terlihat di event karnaval yang rutin digelar di berbagai daerah untuk memperingati hari-hari besar nasional seperti perayaan hari ulang tahun Republik Indonesia.

Adapun tema bhineka tunggal ika yang sering kita temui, para pesertanya tak lagi mengenakan busana adat melainkan mengenakan kebaya atau busana kreasi.

Acara karnaval yang biasanya banyak diisi dengan parade budayapun kini tergantikan dengan pertunjukan tarian kreasi massal yang lebih modern dengan iringan lagu yang lebih modern pula dan disukai kalangan muda.

Padamnya tema bhineka tunggal ika yang mengusung kebudayaan Indonesia ini menjadi refleksi bahwa nilai-nilai budaya di kehidupan masyarakat mulai terkikis oleh perkembangan zaman.

Namun, tema bhineka tunggal serta semangat persatuan yang terkandung di dalamnya kembali bangkit begitu ada ancaman perpecahan di tengah masyarakat yang dipicu isu sentimen terhadap satu jenis ras dan agama pada pilkada DKI Jakarta Februari lalu.

Berbagai kalangan menyadari potensi buruk yang  dapat berimbas sangat besar pada kehidupan berwarga dan bernegara di Indonesia.

Akhirnya gerakan-gerakan untuk menumbuhkan dan memperkuat rasa cinta akan tanah air pun di galakkan. Baik pemerintah maupun masyarakat terutama dari golongan muda saling bersinergi menyukseskan program tersebut, mulai dari hal kecil hingga yang skalanya besar.

Peringatan hari besar nasional pun sekarang ramai dengan slogan-slogan yang menyuarakan persatuan yang digaungkan dalam berbagai media terutama media sosial yang kini tengah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

Namun, diantara sekian gerakan dan aksi cinta tanah air yang dicanangkan pemerintah adalah ketika peringatan hari ulang tahun Republik Indonesia yang diselenggarakan di Istana Negara, Presiden Joko Widodo mewajibkan undangan yang hadir dalam acara tersebut untuk mengenakan busana adat. Hal yang biasa sebenarnya, namun menjadi luar biasa karena belum pernah sebelumnya dalam acara peringatan hari ulang tahun kemerdekaan yang diselenggarakan di istana semua undangan termasuk presiden dan wakil presiden mengenakan busana adat.

Hal sederhana ini pun menjadi tren positif di kalangan masyarakat. Dimana masyarakat pun banyak yang menerapkan tema bhineka tunggal ika dalam berbagai event. Terutama event karnaval. Acara karnavalpun kembali ramai dengan parade kesenian dan kostum adat.

Bahkan beberapa orang mengaplikasikan tema bhineka tunggal ika ini dengan cara yang lebih kreatif dan inovatif misalnya dalam event Miss Grand International yang diselenggarakan Oktober lalu. Desainer Morpachio dan Maya Ratih membuat busana dengan tajuk “Ibu Pertiwi” untuk Dea Riskita kenakan dalam acara tersebut. Busana berwarna biru yang dipadu dengan motif batik dengan ornamen dan aksesoris yang menggambarkan bumi Indonesia ini memiliki makna tentang rasa cinta dan bangga akan tanah air, Indonesia.

Yah, tema bhineka tunggal ika memang tidak akan pernah lekang oleh waktu. Dan akan selalu menjadi inspirasi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat indonesia. Bhineka tunggal ika, berbeda-beda tapi tetap satu. Dan diantara perbedaan itu ada keindahan di dalamnya.

Saya Indonesia, saya pancasila 😉

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s