Tren, Ulasan

Sepak Terjang Wirausahawan Muda Dampit

Oleh Nia Nayajomis

Dampit, terkenal sebagai kota kecil dengan potensi ekonomi yang bagus. Menyadari hal tersebut, anak muda Dampit pun tidak menyia-nyiakannya. Mereka lantas memanfaatkan peluang itu dengan berwirausaha sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing.

Sejauh ini, wirausahawan muda masih mendominasi sektor UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) dengan jenis usaha dibidang kuliner. Meskipun skalanya masih belum besar, tapi profit yang dihasilkan sudah cukup menjanjikan.

Tidak hanya itu, para wirausahawan muda itu juga gencar memafaatkan kecanggihan teknologi saat ini. Dimana, mereka mempromosikan dan memasarkan usahanya secara online. Sehingga jangkauan pelanggannya pun menjadi lebih luas.

Bermunculannya wirausahawan muda yang sukses dengan bidang usahanya masing-masing ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi kota Dampit. Dimana peran mereka ini semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi dampit yang sudah dikenal bagus selama ini.

Selain tanggap dengan peluang usaha yang ada, kaum muda Dampit juga kreatif. Tiga bulan yang lalu telah diadakan sebuah acara bertema hiburan bernama Pasar Minggu, acara yang mirip dengan bazar ini rutin diadakan setiap hari Minggu mulai pukul 5 hingga 10 pagi. Pemberian nama “pasar” ini awalnya sedikit terdengar tabuh, mengingat selama ini Pasar Dampit sudah cukup terkenal sebagai pasar tradisional.

Namun, setelah acara berjalan beberapa lama, Pasar Minggu justru memiliki perspektif yang lebih dalam dibanding sekedar acara hiburan. Yang mana acara ini sebagai forum bagi UMKM kota Dampit baik yang sudah berjalan maupun yang baru merintis untuk mempromosikan diri.

Yang spesial lagi dari acara yang satu ini, terdapat stan bernama kampung kopi yang menjual aneka minuman kopi olahan dari berbagai kedai kopi yang ada di Dampit. Stan ini dibuat khusus untuk mempromosikan kopi Dampit yang menjadi komoditas ekspor andalan dari kota kecil ini.

Memasuki bulan ramadan, Pasar Minggu berubah menjadi Dampit Ngabuburit yang hadir pada sore hari antara pukul 3 hingga 6 sore mulai hari ke 2 puasa sampai hari ke 20. Meskipun secara keseluruhan konsep acaranya sama dengan Pasar Minggu tapi pada bulan ramadan ini acara yang diselenggarakan oleh pemuda-pemuda Dampit yang menamakan diri Crew DKI (Dampit Kota Istimewa) lebih memfokuskan diri pada konsep pasar takjil.

Tidak hanya turut andil di even-even seperti di atas, wirausahawan muda asal dampit ini juga mengikutsertakan usahanya sebagai sponsor dalam beberapa kegiatan. Misalnya dalam ajang sepakbola kelas tarkam (antar kampung) di dampit, beberapa wirausahawan muda turut mensponsori sebuah klub sepak bola yang akan ikut bertanding. Seperti klub profesional, kostum para pemainnya pun bertabur gambar atau logo sponsor.

Yah, kegiatan para wirasahawan muda muda Dampit tidak monoton mencari profit saja. Mereka juga turut serta dalam berbagai kegiatan yang manfaatnya bisa dirasakan oleh orang-orang di sekitar mereka. Secara tidak langsung pula, kegiatan yang banyak digagas wirausahawan muda ini juga mendongkrak eksistensi usaha mereka.

Jadi pembaca sekalian, bersamaan dengan moment hari lahirnya Pancasila mari kita teladani spirit berwirausaha yang disebarkan oleh para wirausahawan muda dampit dan butir ke 9, 10, dan 11 sila ke-lima “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” yaitu :

9.Suka bekerja keras

10. Suka Menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama

11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial

Saya Indonesia, Saya Pancasila 🙌

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s