Tren, Ulasan

Hits-nya . . .  Lagu Dangdut Campursari

Oleh Nia Nayajomis 

Aku tak sing ngalah
Trimo mudur timbang loro ati
Tak uyako wong kowe wis lali
Ora bakal bali

Paribasan awak urip kari balung
Lilo tak lakoni
Jebule janjimu jebule sumpahmu
Ra biso digugu

Wong salah ora gelem ngaku salah
Suwe-suwe sopo wonge sek betah
Mripatku uwis ngerti sak nyatane
Kowe selak golek menangmu dewe
Tak tandur pari jebul tukule suket teki

Reff :

Paribasan awak urip kari balung
Lilo tak lakoni
Jebule janjimu jebule sumpahmu
Ra biso digugu

Wong salah ora gelem ngaku salah
Suwe-suwe sopo wonge sek betah
Mripatku uwis ngerti sak nyatane
Kowe selak golek menangmu dewe
Tak tandur pari jebul tukule suket teki 

Lirik lagu di atas adalah lirik lagu milik Didi Kempot yang berjudul Suket Teki. Dimana lagu yang sudah rilis beberapa tahun silam itu, kini tengah hits kembali terutama di kalangan penikmat lagu bergenre dangdut campursari, setelah dinyanyikan ulang oleh penyanyi dangdut campursari seperti Via Vallen, Nella Kharisma, dan Vita KDI.

Lagu-lagu bergenre dangdut campursari umumnya tenar di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah, ini dikarenakan lirik lagunya yang menggunakan bahasa Jawa. Meskipun begitu, mayoritas pendengar lagu dangdut campursari ini adalah kaum muda.

Cukup mengherankan, dimana lagu dangdut campursari yang selama ini dianggap kuno karena tidak se-universal lagu bergenre pop justru lebih hits dikalangan anak muda.

Tren miniatur truk yang mengangkut sound sistem yang dikompetisikan dengan iringan lagu juga turut menjadi indikator hits-nya lagu dangdut campursari ini di kalangan anak muda.

Saya dulu termasuk anak muda yang apatis dengan lagu dangdut campursari, karena menurut saya kurang kekinian. Tapi setelah tak sengaja mendengarkan lagu-lagu bergenre ini beberapa kali, saya pun mulai menyukainya. Jika ditelisik lebih dalam, selain arasemen lagunya yang bagus, isi liriknya yang menggunakan bahasa jawa ini ternyata memiliki makna yang sangat dalam. Ditambah penyanyinya yang melantunkannya dengan penuh penjiwaan, membuat maknanya semakin mengena di hati para pendengarnya.

Misalnya lagu berjudul Nitip Kangen yang dinyanyikan Eni Sagita dan Atut yang juga tengah hits. Lagu tersebut bercerita tentang seseorang yang sangat merindukan kekasihnya. Maknanya memang sederhana tapi diksi kata berbahasa jawa yang digunakan sangat bagus membuat lagu ini semakin menarik dan maknanya makin mengena di hati pendengarnya. 

Beberapa anak muda di sekitar tempat tinggal saya yang menyukai lagu bergenre dangdut campursari juga memberikan pendapat yang sama dengan saya ketika saya tanya pendapat mereka tentang lagu dangdut campur sari yang tengah hits itu.

Bahkan beberapa dari mereka ada yang berpendapat jika lagu-lagu dangdut campursari yang dinyanyikan oleh penyanyi dari daerah ini lebih baik dari lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi dari ibu kota. Baik dari segi aransemen dan isi lagunya.

Penyanyi dangdut asal ibu kota secara langsung juga mengakui khualitas lagu campursari dari daerah ini. Mereka banyak yang menyanyikannya ulang dan menjadikannya hits andalan. Tentu mereka mengemasnya terlebih dahulu dengan memberikan sedikit sentuhan pada aransemennya dan menggantikan lirik lagunya yang berbahasa jawa menjadi bahasa indonesia agar lebih luas pengertiannya.

Sayangnya, karya-karya seniman dari daerah yang berkhualitas ini kurang dihargai dari segi finansial. Penyebabnya, masih sama seperti yang dialami oleh kebanyakan pekerja seni di negeri ini. Yaitu, karya-karya mereka banyak diedarkan dalam bentuk CD bajakan dan fasilitas download gratis di internet.

Tentu masalah yang belum menemukan titik terang ini, menjadi momok bagi pekerja seni terutama dari daerah yang hanya mengandalkan honor menyanyi dari panggung ke panggung itu untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi.

Masalah di atas juga menjadikan ketenaran sebuah karya tidak bertahan lama. Tentu hal ini sangat disayangkan mengingat masyarakat sangat antusias dengan karya-karya para pekerja seni tersebut.

Harapan pekerja seni untuk bisa sejahtera dalam berkarya pun, kini tertumpu pada ketegasan pemerintah dalam menindak kasus pembajakan karya itu. Karena akar masalah tersebut berkaitan erat dengan kebijakan pemerintah.

Semoga masalah-masalah di atas segera mendapatkan titik terang. Demi kejayaan industri seni di negeri ini. Semoga pula, masalah tersebut tidak menyurutkan semangat pekerja seni tidak hanya dari daerah tapi di seluruh Indonesia untuk menghasilkan karya yang lebih baik dan berkhualitas lagi.

Sekian ulasan saya tentang lagu bergenre dangdut campursari yang tengah hits. Terimakasih telah membaca, 😉

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s