Film, Tren, Ulasan

Metamorfosa Cinta Sejati Putri Disney

Oleh Nia Nayajomis

Disney adalah adalah salah satu perusahaan film terkenal dari Amerika. Diantara sekian banyak film yang telah dihasilkan perusahaan film dengan ikon kartun Mickey Mouse ini salah satunya adalah film berbentuk animasi maupun live action yang mengisahkan tentang seorang putri.

Misalnya Cinderella, Snow White and the Seven Dwarfs, Beauty and the Beast, sampai yang terbaru Frozen sudah tidak asing lagi di mata penonton film terutama anak-anak.

Dari sekian banyak film putri Disney yang sudah ditayangkan, rata-rata memiliki poin pemecahan masalah yang sama, yaitu cinta sejati. Dimana poin inilah yang menjadi ciri khas pada setiap film bertema putri keluaran Disney. Cinta sejati yang diwujudkan oleh kisah kasih antara seorang putri dan pangeran yang kemudian berciuman ini, dijadikan sebagai senjata untuk mematahkan kutukan dan mengalahkan musuh.

Tapi, baru-baru ini cinta sejati dalam film putri Disney tidak melulu diwujudkan antara seorang putri dengan pangeran. Melainkan seorang putri dengan tokoh lain. Misalnya pada film Brave, yang mengisahkan Merida putri dari klan DunBroch yang pandai memanah. Cinta sejati sang Putri dalam film ini diwujudkan antara Merida dengan Ibunya, dimana akibat tindakannya untuk menghindari perjodohannya yang diatur oleh ibunya, sang Ibu justru terkutuk menjadi seekor beruang. Demi cintanya pada sang Ibu, kemudian Merida berjuang menyelamatkan hidup sang Ibu dengan mengembalikan wujudnya menjadi manusia.

Kemudian film Frozen. Film yang menceritakan dua orang putri kakak-beradik dari Arandell yaitu Elsa dan Ana ini mewujudkan cinta sejati mereka melalui hubungan persaudaraan. Dimana Elsa yang memiliki kekuatan ajaib mengendalikan es berusaha melindungi Ana dari kekuatan yang tiba-tiba tidak terkendali tersebut karena saat masih anak-anak Elsa pernah tanpa sengaja melukai Ana dengan kekuatannya itu.

Dan selanjutnya film Maleficent. Dalam film yang diadaptasi dari kisah sleeping beauty atau putri tidur ini menempatkan peri Maleficent sebagai tokoh utamanya. Namun, tidak keluar dari pakem aslinya, Putri Aurora masih menjadi tokoh sentral dalam film ini. Cinta sejati dalam film Maleficent ini diwujudkan antara Putri Aurora dengan Maleficent. Dimana Maleficent yang awalnya membenci Putri Aurora justru balik menyayanginya. Bahkan Maleficent berusaha melepaskan kutukan pada Putri Aurora yang ia buat sendiri dengan memberikan ciuman kening penuh kasih sayang layaknya seorang ibu pada anaknya.

Pada film Frozen dan Maleficent, adegan ciuman antara sang Putri dengan pangeran memang masih ditampilkan. Namun tidak dijadikan sebagai poin utama pemecahan masalah. Mereka menunjukkan bahwa cinta sejati tidak melulu diwujudkan antara putri dan pangeran. Dan kutukan seorang putri  tidak pula melulu dipatahkan dengan ciuman tulus dari seorang pangeran. Mereka pun lantas mengemasnya lebih logis dengan menunjukkan bahwa ciuman tulus hanyalah sebuah mitos untuk membebaskan seseorang dari kutukan.

Jika ditelisik lebih detil lagi, penonton film-film Disney khususnya kategori putri, kebanyakan adalah anak-anak. Kurang mendidik kiranya jika cinta sejati diwujudkan dengan kisah kasih antara putri dan pangeran yang kemudian berciuman.

Yah, metamorfosa memang akan terjadi. Tidak hanya pada kehidupan kita sehari-hari, tapi juga pada film. Metamorfosa pada film memang sengaja dibuat agar penonton tidak bosan, dan film yang ditayangkan lebih menarik. Pasalnya film-film yang sudah dikeluarkan Disney sangatlah banyak dan sudah tidak asing lagi bagi penonton, tak jarang jalan cerita yang ditampilkan memiliki kesamaan, sehingga sedikit-banyak penonton sudah hafal dengan jalan cerita yang akan ditampilkan.

Metamorfosa cinta sejati dalam film putri Disney yang disajikan lewat interaksi sang Putri dengan tokoh lain semisal dengan anggota keluarganya, selain menjadikan jalan cerita lebih menarik dan berbeda, nilai pengajaran yang disampaikan pun lebih mengena. Misalnya dalam film Brave, kisah Merida yang menyelamatkan hidup ibunya, Ratu Elanor mengajarkan kita untuk lebih menyayangi orang tua kita.

Yah inilah nilai tambah dari metamorfosa cinta sejati dalam film putri Disney yang diwujudkan dengan tokoh lain yaitu nilai pengajarannya akan kasih sayang terhadap sesama terutama terhadap keluarga.

Dua kata penilaian saya pada film putri Disney yang tayang baru-baru ini, yaitu semakin menarik. Semoga di masa mendatang Disney dapat menghadirkan film-film yang lebih menarik dan sarat akan nilai pengajaran.

Sekian ulasan saya mengenai metamorfosa cinta sejati pada film putri disney. Sampai bertemu di postingan selanjutnya ☺

Iklan

3 tanggapan untuk “Metamorfosa Cinta Sejati Putri Disney”

  1. Klo cewek2 mungkin suka film putri-putri disney. Rntah kenapa sejak kecil saya nggak suka. Lebih suka anime jepang yg berantem gitu. Secara anak lelaki kan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s