Spot, Tren, Ulasan

1001 Kedai Kopi Dampit

Oleh Nia Nayajomis

Saya ingat, dulu sewaktu saya mengenyam pendidikan di bangku SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) saya memperoleh materi pelajaran kewirausahaan. Pada saat jam pelajaran tersebut saya dan teman-teman sekelas diminta oleh ibu guru pengajar mata pelajaran tersebut untuk menjawab pertanyaan yang bunyinya demikian, “usaha apa yang cocok didirikan di kota Dampit ? Serta jelaskan alasan mendirikan usaha tersebut !”. 

Berhubung letak sekolah saya memang di Dampit, saya pun terinspirasi banyak ide untuk menjawab pertanyaan itu mengingat Dampit merupakan salah satu daerah di Malang Selatan dengan pertumbuhan ekonomi yang bagus.Terutama di sektor perdagangan. Dan Dampit juga terkenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi dengan kualitas terbaik di Indonesia.

Saya pun mendapat ide usaha mendirikan caffe untuk menjawab pertanyaan dari guru mata pelajaran kewirausahaan saya itu. Karena saat itu, teman-teman saya yang tinggal di Dampit sering pergi ke luar daerah tempat tinggal mereka untuk nongkrong di cafe. Mengetahui caffe masih belum ada di Dampit saat itu.

Tidak hanya itu, budaya ngopi yang tengah membumi di kalangan masyarakat Dampit seiring boomingnya kopi dampit juga menjadi salah satu bahan pertimbangan saya untuk membuat ide usaha berdasarkan pertanyaan guru kewirausahaan saya itu. 

Singkatnya, ide saya mendirikan cafe ini berkonsep tempat nongkrong untuk anak muda yang menyediakan aneka minuman kopi sebagai menu utama lengkap dengan fasilitas wifi serta tempat yang artistik dan nyaman.

Yah, semua yang saya tuliskan di atas itu memang hanya angan-angan yang saya tulis dalam beberapa kata di atas selembar kertas yang lalu disebut sebagai ide.

Namun demikian, ide saya itu tampaknya tidak hanya terfikir oleh saya. Nyatanya sekarang kurang lebih sejak 2-3 tahun lalu telah banyak berdiri tempat ngopi yang kini menjelma menjadi tempat nongkrong modern atau lebih akrab disapa caffe di daerah Dampit. Konsepnya kurang lebih sama dengan ide yang saya tuangkan dalam sebuah jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh guru kewirausahaan saya beberapa tahun lalu itu.

Ada banyak tempat ngopi yang sekarang lebih beken disebut cafe berdiri di sekitaran kota kecil ini. Semuanya menawarkan menu utama minuman kopi dengan ciri khas nya masing-masing lengkap dengan tempat yang artistik serta fasilitas wifi. Selain itu, pelanggannya pun memiliki segment usia tersendiri, baik di warung kopi biasa maupun di caffe.

Salah satu tempat ngopi yang sering saya kunjungi adalah Pondok Punokawan yang terletak di terminal Dampit

Warung kopi yang menurut saya sudah masuk kategori modern ini memiliki desain tempat yang vintage lengkap dengan fasilitas free wifinya.

Yang unik dan menjadikannya beda dari tempat ngopi yang lain, tempat ngopi yang memiliki akun instagram @pondokpunokawan ini menyediakan buku bacaan di salah satu sudut ruangannya. Tidak tanggung-tanggung, buku bacaan yang disediakan sekelas novel karya Dee Lestari seperti filosofi kopi dan madre.

Tidak lepas dari pakem sebuah tempat ngopi, minuman kopi tetap menjadi sajian utama di tempat ini. Untuk menu makanan cukup beragam yang disajikan setiap harinya. Tapi, ketan susu masih menjadi menu makanan andalan karena telah menjadi menu favorit para pelanggannya. Harga tiap menunyanya baik makanan maupun minuman antara Rp 3.000 – Rp 7.000.

Jika nongkrong di Pondok Punokawan tapi enggan memesan menu makanan di tempat ini, bisa juga memesan makanan di tempat lain melalui media sosial. Karena Pondok Punokawan juga bekerja sama dengan kedai makanan di sekitar Dampit.

Berikutnya warung kopi Cak Su.

Letaknya di area pasar lama Dampit. Warung kopi yang berada di bawah pohon kersem ini menawarkan kopi saring sebagai menu andalannya. Harganya Rp 2.000 saja. Selain itu, tersedia pula aneka makanan kecil seperti kue bak pao dan roti goreng yang bisa menjadi teman minum kopi. 

Pelanggannya pun beragam mulai kawula muda sampai yang sudah berumur. Tapi, rata-rata pengunjungnya adalah pelanggan lama. Rasa kopi yang disajikan sendiri oleh Cak Su sang Owner inilah yang menjadikan pelanggannya setia ngopi di kedai ini.

Yah, Pondok Punokawan dan warung kopi Cak Su hanyalah dua diantara sekian banyak tempat ngopi yang berdiri di ranah Dampit. Keduanya menjadi refleksi perkembangan dampit sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di negeri ini. Bagaimanapun, dengan apapun cara mereka menyajikan kopi, tujuan mereka tidak hanya mencari keuntungan semata, tapi juga mengeksiskan keberadaan kopi Dampit di tanah mereka sendiri.

Sekian ulasan saya tentang kedai kopi yang ada di Dampit. Semoga bisa menambah informasi bagi pembaca sekalian tentang kota kopi Dampit. Serta bisa menambah referensi tempat untuk mencicipi nikmatnya kopi Dampit.

Salam satu cangkir ☺

Iklan

2 tanggapan untuk “1001 Kedai Kopi Dampit”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s