Karya Tulis

Senandung Senja

Oleh Nia Nayajomis

BAGIAN 15/END

Setelah mengalami kesalah pahaman dengan kerajaan Paradeh yang di provokatori oleh kerajaan Medang yang berusaha memecah belah antara Kanjuruhan dan Medang yang kemudian berakhir dengan peperangan hebat beberapa hari lalu , negeri Kanjuruhan kembali aman dan damai.

Setelah peristiwa itu berakhir, acara pernikahan Putri Uttejana dan Pangeran Jananiya pun segera dilaksanakan.

Pagi itu, suasana khidmat menyelimuti seantero negeri Kanjuruhan tatkala Putri Uttejana dan Pangeran Jananiya mengucapkan janji suci.

Setelah itu, acara pernikahan dilanjutkan dengan pesta rakyat yang digelar selama tujuh hari tujuh malam.

Pasangan pengantin baru Putri Uttejana dan Pangeran Jananiya mengundang Kahyang ke istana untuk mengucapkan terimakasih atas pertolongan Kahyang untuk Pangeran Jananiya yang nyaris meregang nyawa setelah diculik oleh orang-orang dari Medang beberapa waktu lalu. 

Selebagai tanda terima kasihnya pada Kahyang karena telah menolong sang Suami, Putri Uttejana memberi Kahyang gelar kebangsawanan.

***

Sore itu, Senopati Bara dan Kahyang berjalan beriringan menelusuri jalan menuju puncak Semeru. Keduanya begitu bersemangat melakukan perjalanan mendaki kali ini.

Sebentar-sebentar Senopati Bara yang berjalan di depan menengok ke belakang pada Kahyang sambil tersenyum bahagia. Begitupun sebaliknya, Kahyang membalas senyuman kekasih hatinya itu dengan senyuman yang lebih manis.

Setelah sehari berjalan kaki, akhirnya, Kahyang dan Senopati Bara tiba di ranu kumbolo. Mereka beristirahat di tempat itu sambil menunggu fajar menyingsing kembali di esok hari untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak semeru.

Keduanya duduk beratapkan langit yang beranjak malam di tepi danau ranu kumbolo itu. Satu per satu bintang mulai muncul di langit senja itu.

 “Aku sudah memenuhi permintaanmu Kahyang !” Kata Senopati Bara memecah keheningan di tempat itu

“Permintaan apa ?” Balas Kahyang

“Untuk menghidupkanmu kembali jika kau mati !”

Kahyang terdiam. Dia teringat saat mengucapkan permintaan bodoh itu pada Senopati Bara dulu.

“Aku sudah memenuhi permintaanmu, ” Kata Senopati Bara lagi

“lalu ?” Tanya Kahyang

“Mau kah kau mengabulkan permintaanku juga ?” Ujar Senopati Bara

“Apa itu ?” Tanya Kahyang lagi

“Matilah untuk kedua kalinya bersamaku !” Jawab Senopati Bara

“Tentu, tentu aku mau. Kau tahu kenapa aku memintamu menghidupkanku kembali jika aku mati ?” Kata Kahyang

Senoapati Bara tidak menjawab. Dia menanti Kahyang sendiri yang menjawab pertanyaan itu.

“Karena aku masih ingin melalui masa tua bersamamu dan mati bersamamu !” Kata Kahyang melanjutkan kata-katanya tadi

Senopati Bara tersenyum bahagia lalu memeluk Kahyang se erat-eratnya.

“Kita akan menjalani sisa hidup kita bersama !” Ucap Senopati Bara

“Selamanya !” Sambung Kahyang

Keduanya pun lalu bermalam di area ranu kumbolo itu sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak Semeru esok hari.

***

TAMAT

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s