Karya Tulis

Senandung Senja

Oleh Nia Nayajomis

BAGIAN 5

Keesokan harinya, Kahyang berangkat ke istana. Menjelang tengah hari dia tiba di istana. Setibanya disana, dia langsung mencari keberadaan Senopati Bara. Dia sangat mengkhawatirkan kondisi laki-laki itu pasalnya dia mengeluh kepalanya sakit semalam.

Sayangnya, Kahyang tidak berhasil menemukan keberadaan Senopati Bara padahal ia sudah mencarinya ke seluruh penjuru istana. 

Akhirnya, Kahyang memberanikan diri datang ke gladi yudha, tempat Senopati Bara biasa berada untuk menanyakan keberadaannya pada orang disana.

Kahyang pun bertanya pada seorang penjaga gerbang gladi yudha.

“Permisi !” Ujar Kahyang

“Iya, ada yang bisa saya bantu ?” Balas penjaga gerbang itu

“Iya, saya mau menanyakan sesuatu. Eh, apa anda tau dimana Senopati Bara sekarang ?”

“Senopati Bara pergi ke kediaman Tumenggung Darma di Balingawan sejak pagi tadi !” Terang penjaga gerbang itu

“Kapan dia akan kembali ?”

“Kapan Senopati Bara akan kembali itu Nona yang saya tidak tahu !”

“Oh begitu ya, kalau begitu saya permisi dulu, terimakasih untuk informasinya !”

“Iya sama-sama !”

Kahyang lalu pergi meninggalkan area gladi yudha dengan langkah lemah.

“Semoga dia baik-baik saja !” Gumam Kahyang

***

Sore itu, Putri Uttejana mengundang Tabib Ludiro ke keputren istana untuk mendiskusikan rencananya merekrut tenaga tabib dan perawat baru di balai pengobatan istana. Putri Uttejana mengutus Emban Sriti untuk menjemput Tabib Ludiro.

Begitu sampai di keputren istana, tanpa berlama-lama lagi Putri Uttejana langsung menyampaikan maksudnya mengundang Tabib Ludiro ke keputren. Setelah itu, dia dan Tabib Ludiro mulai mendiskusikan rencana perekrutan tenaga kerja di balai pengobatan istana.

“Balai pengobatan istana kita setidaknya membutuhkan berapa tabib dan perawat lagi Tabib Ludiro ?” Tanya Putri Uttejana

“Balai pengobatan istana kita saat ini memiliki empat orang tabib termasuk saya dan enam orang perawat Gusti Putri. Setidaknya di balai pengobatan istana harus ada delapan orang tabib dan dua puluh orang perawat. Mengingat area kerja tenaga kesehatan cukup luas di wilayah istana. Gusti Prabu Gajayana menginginkan Gusti Putri juga memiliki tabib pribadi. Jadi kita membutuhkan lima orang tabib termasuk tabib pribadi Gusti Putri, dan empat belas perawat !” Terang Tabib Ludiro

“Dua puluh orang perawat itu apakah termasuk laki-laki dan perempuan ?”

“Iya Gusti Putri. Kita sudah memiliki empat orang perawat perempuan dan dua orang perawat laki-laki. Jadi jika kita akan merekrut empat belas perawat, itu sudah termasuk merekrut enam perawat perempuan dan delapan orang perawat laki-laki !”

“Baiklah jika jumlah tenaga yang kita butuhkan sudah ditetapkan. Lalu sekarang bagaimana proses perekrutannya ?”

“Saya punya usul Gusti Putri, bagaimana jika kita mengangkat tenaga perawat yang sudah ahli dari balai pengobatan di daerah, ?” Usul Tabib Ludiro

“Bisa, tapi kita tidak bisa mengambil seluruhnya dari balai pengobatan di daerah. Karena di sana mereka juga membutuhkannya. Bagaimana kalau kita mengambil masing-masing sepasang perawat laki-laki dan perempuan dari seluruh balai pengobatan di daerah ?” Usul Putri Jana

“Saya setuju Gusti Putri, ”

“Baiklah kalau begitu, lantas bagaimana dengan tabib yang kita butuhkan ?”

“Saya mempunyai banyak informasi tentang tabib-tabib yang ahli di masing-masing bidang kesehatan Gusti Putri, mereka membuka praktik pengobatan secara pribadi di kediaman masing-masing. Ini informasi yang saya miliki tentang mereka. Gusti Putri bisa memilih lima diantara mereka yang pantas untuk bekerja di istana !” Terang Tabib Ludiro sambil menyodorkan sebuah buku berisi data tentang tabib swasta di daerah Kanjuruhan.

Putri Uttejana lalu menerima buku tersebut.

“Aku akan mendiskusikannya dengan Ayah setelah ini. Nanti jika kami sudah menentukan siapa saja yang terpilih, saya serahkan proses perekrutannya padamu Tabib Ludiro. Aku ingin sebelum mereka mereka masuk ke istana, mereka diberi pembekalan dan pelatihan lagi tentang ilmu kesehatan !”

“Baik Gusti Putri, ”

“Oh iya tolong berikan juga data para perawat di daerah padaku malam ini !”

“Baik Gusti Putri, ”

“Hmmmmm tolong kirimkan surat ke seluruh balai pengobatan di daerah agar mereka juga melakukan perekrutan tenaga kesehatan yang baru. Sebagai pengganti tenaga kesehatan yang kita pindahkan ke istana !”

“Baik Gusti Putri, akan saya kerjakan !”

“Kalau begitu, sampai disini diskusi kita mengenai perekrutan tenaga kesehatan yang baru di balai pengobatan istana. Jika ada kendala atau kesulitan kau bisa menghadapku atau langsung pada Ayah !”

“Baik Gusti Putri ,”

“Sekarang kau boleh pergi !”

“Iya, permisi Gusti Putri!”

Setelah itu Tabib Ludiro pun pergi. Sedangkan Putri Uttejana bergegas ke kamarnya untuk bersiap tidur karena hari sudah malam.

***

Keesokan harinya, Senopati Bara sudah kembali ke istana. Namun, ada sedikit perubahan pada dirinya. Dia menjadi lebih diam dari biasanya yang sangat ramah. Bahkan ketika dia bertemu Kahyang, dia juga tidak berusaha menyapa perempuan itu. Dia seperti menghindar dari Kahyang.

Sementara itu, Kahyang berusaha menemuinya karena dia merasa khawatir pada Senopati Bara. Dia hanya ingin memastikan apakah Senopati Bara baik-baik saja. Tapi Bara selalu menghindar dari Kahyang.

Kahyang menjadi bingung kenapa Senopati Bara menjadi begitu setelah malam itu. Apakah ada kata-katanya yang salah ia ucapkan malam itu.

Akhirnya Kahyang pun berhenti berusaha menemui Senopati Bara dan lebih menyibukkan diri dengan membantu ayahnya di balai pengobatan mengingat sebentar lagi ia sudah selesai menunaikan tugasnya begitu perawat dan tabib baru dari daerah tiba di istana.

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s